NPC Indonesia Apresiasi Program Kemenpora Dukung Kemajuan Olahraga Disabilitas

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) mengapresiasi langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas dengan tajuk “Berdaya” untuk pelaku olahraga disabilitas.

Acara kick off yang menandai dimulainya program ini berlangsung di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

banner 300x250

Program yang diikuti 200 peserta dari 29 provinsi ini dimulai hari Minggu, 10 Mei 2026 hingga Selasa, 12 Mei 2026 dan bertempat di PPPI Delingan, Karanganyar dan Hotel Solia Zigna, Solo.

Para peserta merupakan pelaku olahraga disabilitas terpilih yang dilatih untuk bisa membina atau mendeteksi potensi atlet muda di daerahnya masing-masing agar bisa dikembangkan menjadi atlet berprestasi.

Selama tiga hari, para pelatih dengan latar belakang cabang olahraga yang berbeda-beda ini diberikan materi beragam. Sepulang dari program ini, mereka juga dibekali Learning Management System untuk mempelajari lagi materi yang sudah diberikan ataupun upgrade ilmu kepelatihan.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengapresiasi program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas yang diinisiasi Kemenpora. Ia menilai olahraga disabilitas Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang lagi meski kini sudah mencetak prestasi luar biasa.

“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat strategis bagi NPC Indonesia. Selama ini kita memahami bahwa tantangan terbesar pembinaan olahraga disabilitas bukan hanya soal kompetisi atau prestasi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran akses dan kesempatan yang merata bagi penyandang disabilitas di Indonesia,” kata Senny Marbun, Senin, 11 Mei 2026.

“Kita tahu itu sulit, tetapi tidak ada yang sulit jika kita mau, karena Indonesia sudah luar biasa saat ini, sudah bergerak maju. Kita berterima kasih kepada bapak Menpora Erick Thohir, baru pertama kali diselenggarakan untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya,” lanjut Senny Marbun.

Senny Marbun mengungkapkan perhatian negara terhadap olahraga disabilitas sudah luar biasa. Ada banyak atlet berprestasi yang kini memiliki kehidupan berkecukupan.

Senny mengajak para peserta ToT Penggerak Olahraga Disabilitas untuk terus membangun ekosistem olahraga disabilitas. NPC Indonesia ingin terus mempersembahkan prestasi sebagai balasan atas perhatian negara kepada perkembangan olahraga disabilitas.

“Saya berharap teman-teman yang ikut pendidikan ini jangan cuma sekadar ikut, tetapi lakukan yang terbaik di daerahnya masing-masing. Masih banyak anak-anak disabilitas Indonesia yang memiliki potensi besar, namun belum mendapatkan ruang pembinaan yang tepat,” tutur Senny.

Program Berkelanjutan

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, menjelaskan program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja, namun akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Untuk menciptakan banyak atlet, perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tidak dikawal figur-figur yang mengerti bagaimana cara melahirkan atlet. Alhamdulillah, hari ini kita coba akan mensertifikasi, agar mereka kembali ke daerah menjadi kualifikasi, diterima untuk menjadi pakar kepelatihan,” tutur Erick Thohir.

“Saya tahu jika 200 orang ini saja tidak cukup, kita akan coba nanti tambah 100 lagi dan kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah. Semakin banyak pelatih akan semakin bagus, karena jumlah atlet akan semakin banyak,” lanjutnya.

Erick Thohir mengatakan kaum disabilitas di Indonesia mencapai 22,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sebelas persen yang sudah gemar berolahraga. Maka program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas ini sangat penting sebagai bagian dari upaya Kemenpora bersama NPC Indonesia untuk mengembangkan olahraga disabilitas.

“Ini sebuah program yang benar-benar pakai hati. Kita akan terus dorong, apalagi bapak presiden di Asta Cita-nya sangat peduli dengan disabilitas,” ungkap Erick Thohir.

Dibantu Aplikasi Jagain

Program pencarian dan pengembangan atlet yang dilakukan NPC Indonesia bersama Kemenpora RI bakal dibantu sebuah aplikasi bernama Jagain atau Jaksa Garda Inklusi dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Aplikasi tersebut sangat penting untuk mendata atlet yang masih aktif hingga pensiun di seluruh Indonesia. Selain itu, program-program dari kepengurusan provinsi NPC Indonesia dapat dipantau bersama melalui aplikasi Jagain.

Aplikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani saat acara rapat kerja nasional NPC Indonesia di Lorin Hotel Solo, Selasa, 28 April 2026 lalu.

Di acara Tot Penggerak Olahraga Disabilitas ini, Reda Manthovani yang juga Chef de Mission Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026, menjelaskan pentingnya pengembangan olahraga disabilitas yang merata di seluruh Indonesia.

“Dengan metode data base ini harapannya kita bisa melihat atlet-atlet mana yang muncul ataupun yang pensiun. Di sistem ini juga ada metode pra pelatihan jarak jauh. Jadi, apa yang dilatih di daerah masing-masing bisa terkoneksi langsung ke NPC Indonesia. Para pelatih sampai ketua umum bisa memantau perkembangan atlet disabilitas di setiap daerah,” ucap Reda Manthovani. (Ariyanto)

Komentar