Kirab Grebeg Besar Dal 1959 Karaton Surakarta 28 Mei 2026: Jadwal, Makna Gunungan, dan Cek Kesehatan Gratis

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersiap menggelar upacara adat sakral Grebeg Besar Dal 1959 pada Kamis Kliwon, 28 Mei 2026. Prosesi tahunan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha ini akan dipusatkan di kompleks Karaton Surakarta mulai pukul 09.00 WIB.

Siaran pers dari Keraton Surakarta/Solo, Jateng menyebutkan, selain melestarikan tradisi budaya adiluhung warisan Mataram Islam, perayaan Grebeg Besar tahun ini juga akan disemarakkan dengan aksi sosial berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi abdi dalem dan masyarakat umum.

banner 300x250

Berikut informasi lengkap mengenai jadwal, makna filosofis gunungan, hingga fasilitas cek kesehatan gratis di Grebeg Besar Karaton Surakarta 2026.

Ada hal menarik dari pelaksanaan Grebeg Besar di Solo. Sejak masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono XII, Karaton Surakarta selalu menyelenggarakan Grebeg Besar pada Bakda kedua atau hari kedua setelah penetapan Iduladha oleh pemerintah.

Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng, menjelaskan kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada para sentana dalem (kerabat keraton) dan abdi dalem agar bisa merayakan hari pertama Idul Adha bersama keluarga masing-masing.

“Memang sejak Sinuhun Pakubuwono XII, pelaksanaan dipilih pada hari kedua agar sentana dan abdi dalem pada hari pertama dapat bersama keluarganya,” ujar Gusti Moeng, Senin, 25 Mei 2026.

Dia menambahkan, Kirab Grebeg Besar merupakan simbol rasa syukur yang mendalam dari pihak Karaton dan masyarakat atas limpahan berkah, ketenteraman, serta anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Makna Filosofis Gunungan Jaler dan Gunungan Estri

Puncak dari prosesi Grebeg Besar Dal 1959 adalah dikirabnya sepasang gunungan raksasa dari koridor keraton menuju Masjid Agung Surakarta, Jateng. Kirab ini akan dikawal ketat oleh barisan prajurit keraton yang mengenakan pakaian adat lengkap, diikuti oleh sentana dalem dan abdi dalem.

Dua gunungan utama yang diarak memiliki simbol dan filosofi mendalam:

  • Gunungan Jaler (Laki-laki): Berisi hasil bumi mentah seperti sayuran, buah-buahan, dan palawija. Gunungan ini merupakan simbol kesuburan, ketangguhan, dan kemakmuran bumi Mataram.
  • Gunungan Estri (Perempuan): Berisi makanan kering siap saji dan rengginang. Gunungan ini melambangkan kelimpahan rezeki, pengolahan hasil bumi, serta berkah yang siap dinikmati.

Setelah tiba di Masjid Agung Surakarta, sepasang gunungan tersebut akan didoakan oleh pemuka agama atau ulama Karaton.

Usai doa bersama, Gunungan Jaler akan langsung diperebutkan oleh ribuan warga di halaman Masjid Agung sebagai simbol berburu berkah (ngalap berkah). Sementara itu, Gunungan Estri akan dibawa kembali ke Kori Kamandungan untuk diperebutkan oleh masyarakat di halaman Karaton Surakarta.

Dawuh Dalem Pakubuwono XIV: Syiar Spiritual dan Sedekah Rakyat

Dalam dawuh dalem terbaru, Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Hangabehi mengajak seluruh elemen masyarakat, abdi dalem, dan sentana dalem untuk menjadikan momentum Grebeg Besar Dal 1959 ini sebagai sarana memperkuat tali persatuan serta menjaga kelestarian budaya Jawa yang adiluhung.

Sinuhun menegaskan bahwa Grebeg Besar bukan sekadar tontonan atau seremoni budaya visual semata. Lebih dari itu, tradisi ini adalah bagian dari syiar spiritual Islam, wujud sedekah nyata dari karaton kepada rakyatnya, serta simbol harmonisnya hubungan batin antara raja dan masyarakat Solo.

Sebagai bentuk ibadah kurban, Karaton Surakarta juga akan menyembelih dua ekor sapi kurban yang berasal dari sentana dalem. Daging kurban tersebut nantinya akan langsung didistribusikan secara merata kepada abdi dalem serta warga sekitar keraton yang membutuhkan.

Satu hari sebelum kirab akbar dilaksanakan, Karaton Surakarta akan menggelar ritual tertutup yang sangat sakral, yaitu jamasan pusaka (pembersihan benda pusaka keraton).

Beberapa pusaka legendaris yang akan dibersihkan dalam ritual khusus ini antara lain, Meriam Nyai Setomi dan Songsong (Payung Agung) Kyai Brawijaya. Ritual jamasan ini dilakukan sebagai simbol pembersihan diri secara spiritual dan lingkungan keraton sebelum memasuki puncak perayaan Grebeg Besar.

Jadwal Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pagelaran Keraton Solo

Memanfaatkan momen berkumpulnya massa, Karaton Surakarta Hadiningrat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta/Solo untuk mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis.

Layanan ini terbuka untuk seluruh abdi dalem, sentana dalem, serta masyarakat umum yang datang menyaksikan kirab.

  • Lokasi: Pagelaran Karaton Surakarta
  • Waktu: Kamis, 28 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WIB (sebelum kirab dimulai)
  • Fasilitas: Pemeriksaan kesehatan dasar, cek tensi darah, dan konsultasi kesehatan gratis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sentana dalem dan abdi dalem yang tetap setya tuhu mengabdi untuk Karaton. Semoga seluruh rangkaian Grebeg Besar Dal 1959 berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat,” tegas Gusti Moeng.

Bagi Anda warga Solo Raya maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung eksotisme budaya Jawa dan ngalap berkah gunungan, pastikan hadir lebih awal di kawasan Alun Alun Utara dan Masjid Agung Surakarta pada Kamis pagi! (Iskandar)

Komentar