Portalika.com [SURAKARTA] – Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang lari bergengsi Solo Run Fest 2026 bersiap kembali menyapa para pencinta olahraga di seluruh penjuru negeri hingga mancanegara pada 27 September 2026.
Kolaborasi strategis antara PT SHA Solo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah (Jateng) ini digadang-gadang semakin mengukuhkan perpaduan apik antara olahraga lari dan kekayaan warisan budaya Kota Solo melalui konsep sport tourism (wisata olahraga).
Acara ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang lari biasa, melainkan sebuah ruang kompetisi yang kompetitif sekaligus menjadi perjalanan eksplorasi diri bagi setiap pelari yang berpartisipasi.
Walikota Solo, Respati Achmad Ardianto menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan gelaran flagship ini. Menurutnya, keberhasilan sebuah event skala besar sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan langsung warga lokal.
“Kami melihat ketika ada event besar maka warga harus dilibatkan dalam event ini. Tanpa keterlibatan warga, event tak bisa berjalan dengan baik,” ujar dia.
Dia memberikan komparasi bahwa ada event di salah satu kota yang warganya tidak mendukung dengan baik, sehingga kegiatan tersebut akhirnya berjalan kurang maksimal.
Oleh karena itu, Walikota Solo ini menitipkan pesan khusus kepada pihak penyelenggara agar membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat.
“Karena itu, kami berpesan kepada panitia agar berkomunikasi dengan masyarakat dan melibatkan seluruh stakeholder serta komunitas. Sehingga, seluruh warga masyarakat terlibat aktif dalam event ini,” papar dia.
Tak hanya soal kemeriahan acara, Respati juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dampak finansial dari kegiatan ini terhadap daerah. Dia berpesan agar panitia flagship event ini wajib merilis dampak ekonomi yang dihasilkan bagi Kota Solo ke depan.
“Dan kami Pemerintah Kota Solo berkomitmen mendukung sport tourism. Kita yakini ekonomi ke depan bergerak, tolak ukurnya adalah di ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif, yang salah satunya adalah Solo Run Fest yang secara kontinyu melibatkan masyarakat dan akan berdampak baik,” tegas dia.
Dia mengklaim dampak positif dari konsistensi gelaran ini bahkan sudah mulai terlihat di tingkat akar rumput. Munculnya berbagai event lari independen di lingkungan sekolah hingga kelurahan, dinilai tidak lepas dari efek domino (multi-multiplier effect) yang dipicu oleh PT SHA Solo dan flagship event lari lainnya di Kota Bengawan.
Hal ini sukses menginspirasi anak-anak muda untuk membuat acara yang kreatif di wilayah masing-masing. Pemerintah Kota Solo juga menilai tema event tahun ini sangat segar (fresh) dan menyenangkan (fun), sehingga sangat relevan dengan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif yang tengah menggeliat di Solo.
Keyakinan ini diperkuat dengan masuknya deretan sponsor kakap berskala nasional dan global. “Adanya sejumlah sponsor seperti Telkomsel, Mayora, Ducati, Porsche, dan sebagainya, dipastikan mereka berinvestasi di acara yang tepat di Kota Solo ini,” jelas Respati.
Targetkan Atlet Internasional
Sementara itu, Project Director Solo Run Fest 2026, Rindrapuri mengungkapkan pihak panitia siap melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih lagi, ajang ini telah mengantongi sertifikasi rute resmi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, Solo Run Fest mematok target tinggi dengan mendatangkan 7.000 peserta. Para pelari, baik dari tingkat nasional maupun deretan atlet elite internasional, diajak untuk menjadi pelari urban yang mengeksplorasi diri sekaligus menikmati keindahan estetika Kota Solo.
“Kehadiran ribuan peserta ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem lokal, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan iklim olahraga lari yang lebih inklusif dan bermakna—lebih dari sekadar pencapaian waktu,” urai Rindrapuri.
Terkait konsep utama, Rindrapuri menjelaskan Solo Run Fest 2026 mengusung tema filosofis yang mendalam, yaitu “Run The City. Feel The History”.
Melalui tema tersebut, acara ini membawa pesan kuat bahwa berlari bukan hanya tentang melintasi sudut-sudut kota secara fisik, tetapi juga tentang merasakan denyut kehidupan, menyelami nilai sejarah, menikmati cita rasa kuliner, dan merasakan langsung kehangatan masyarakat Solo.
Jadwal, Rute, Kategori, dan Fasilitas Solo Run Fest 2026
Berdasarkan teknis pelaksanaan, Solo Run Fest 2026 akan digelar pada tanggal 27 September 2026. Untuk rute perlombaan, titik start akan dimulai dari sebelah selatan Kompleks Stadion Manahan (Jl Adi Sucipto) dan akan menyentuh garis finish di destinasi wisata ikonik, Taman Balekambang.
Selain kompetisi lari, event ini kembali dimeriahkan dengan pameran sportswear (busana dan perlengkapan olahraga). Pameran ini akan menghadirkan kurasi produk-produk olahraga terbaik berskala lokal maupun nasional. Tidak ketinggalan, area kuliner legendaris khas Kota Solo juga akan dihadirkan secara khusus untuk memanjakan lidah para pelari dan pengunjung di lokasi acara.
Tahun ini, pihak panitia berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan teknis perlombaan yang terstandardisasi serta mengangkat ikon-ikon lokal Kota Solo sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah.
Tingkat keamanan (safety) dan kenyamanan Kota Solo sebagai tuan rumah juga dipastikan akan mendukung penuh visi acara yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan (sustainability aware).
Di sisi lain, perwakilan Solo Run sekaligus Marketing di PT SHA Solo, Aris Nuryanto, memaparkan detail teknis mengenai nomor lari yang dilombakan. Event akbar ini dibagi menjadi tiga kategori utama yang bisa diikuti oleh berbagai lapisan pelari, yaitu: Half Marathon (HM), 10K (10 Kilometer) dan 5K (5 Kilometer).
Melalui pembagian kategori tersebut, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong eksistensi bersama demi memperkuat dan melejitkan citra Solo sebagai kota sport tourism utama di Indonesia.
Pihak PT SHA Solo menyadari betul adanya pergeseran tren olahraga lari, di mana saat ini lari telah berkembang pesat melampaui batas olahraga fisik dan bertransformasi menjadi subkultur gaya hidup (lifestyle) modern. Oleh karena itu, Solo Run Fest 2026 dan seluruh stakeholder setempat akan terus bersinergi secara konsisten.
Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk menjadikan Kota Solo sebagai panggung utama, di mana Solo Run Fest bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang menciptakan atmosfer (vibe) unik—memadukan rasa dan sejarah yang mendalam yang akan dilintasi dan dikenang oleh setiap pelari. (Iskandar)












Komentar