Terapkan Kurikulum Muatan Lokal Budaya Jawa, Dosen Unisri Dampingi Guru SD 5 Gugus se-Kecamatan Banjarsari

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Tim dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus penguatan mutu pendidikan dasar.

Kegiatan bertopik “Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Budaya Daerah pada Siswa Sekolah Dasar di Surakarta” ini dipusatkan di D’Gondangrejo dan diikuti oleh komunitas guru SD 5 Gugus se-Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis, 4 Juni 2026.

banner 300x250

PKM ini digagas sebagai langkah taktis dalam menjawab tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang besar bagi muatan lokal. Di wilayah Kecamatan Banjarsari, penguatan karakter siswa melalui kearifan budaya Jawa dinilai sangat strategis.

Terlebih, Kota Solo memegang peran sentral sebagai pusat kebudayaan yang terus mendorong pelestarian nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus globalisasi.

Tim PKM Unisri ini diketuai oleh pakar pendidikan Prof Dr Siti Supeni, SH, MPd, beranggotakan para akademisi kompeten yaitu Ama Farida Sari, SPd, MPd, Isra Nur Hanifah, SPd, MPd serta melibatkan mahasiswa PPKn, Riyana.

Dalam paparannya, Siti Supeni mengidentifikasi empat permasalahan utama yang kerap dihadapi oleh para guru sekolah dasar di lapangan:

  1. Kurikulum muatan lokal (KML) berbasis budaya daerah belum terimplementasi secara terprogram dalam pengembangan pendidikan karakter.
  2. Pemahaman guru tentang muatan lokal budaya daerah masih tergolong rendah.
  3. Kegiatan ekstrakurikuler penunjang muatan lokal di sekolah belum berjalan optimal.
  4. Minimnya tenaga pelatih atau praktisi budaya yang dilibatkan untuk memajukan sekolah.

Artefak Pitutur Budaya Jawa

Guna mengatasi hambatan tersebut, tim pakar dari Unisri menghadirkan tiga solusi konkret yang langsung dipraktikkan oleh para peserta:

  • Pendampingan Terstruktur: Melakukan pendampingan intensif penerapan KML berbasis budaya daerah dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SD.
  • Penyusunan Prosedur Praktis: Menyusun panduan serta prosedur pengembangan KML berbasis budaya daerah yang praktis dan mudah diaplikasikan oleh guru.
  • Penyusunan Draft Buku Panduan: Membimbing para guru menyusun draft buku panduan KML berbasis budaya daerah yang ditinjau dari aspek edukatif, rekreatif, maupun kompetitif.

“Harapannya guru-guru SD di Banjarsari memiliki acuan yang jelas, sehingga nilai-nilai luhur seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh dapat masuk dalam pembelajaran harian secara natural,” jelas dia.

Sebagai penunjang performa mengajar, tim Unisri juga menyerahkan Media Pembelajaran inovatif berupa “Artefak Pitutur Budaya Jawa” kepada PGRI Cabang Kecamatan Banjarsari.

Media konkret ini diterima langsung oleh Ketua PGRI Banjarsari, Kartono, SPd, MPd. “Artefak Pitutur Budaya Jawa yang kami berikan ini bisa langsung menjadi media pembelajaran konkret yang menarik di dalam kelas,” tambah Siti Supeni.

Ketua PGRI Cabang Banjarsari, Kartono, SPd, MPd, menyambut baik dan mengapresiasi penuh inisiatif program dari Unisri ini. Menurutnya, penguatan karakter berbasis kearifan lokal sangat relevan dengan karakteristik Kecamatan Banjarsari yang memiliki keberagaman sekolah dan latar belakang siswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Unisri. Pendampingan ini sangat membantu para guru dalam menerjemahkan nilai-nilai budaya Jawa ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP] serta aktivitas keseharian siswa,” tutur Kartono.

Rangkaian kegiatan PKM ini diisi dengan workshop produktif, mulai dari penyusunan modul ajar, praktik langsung penggunaan media Artefak Pitutur Budaya Jawa, hingga penyamaan persepsi mengenai indikator capaian pendidikan karakter berbasis budaya.

Di akhir sesi, para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk implementasi nyata di sekolah masing-masing.

Melalui program PKM ini, Unisri menegaskan kembali komitmen nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung Dinas Pendidikan Kota Solo. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang tangguh namun tetap berakar kuat pada nilai budaya daerah. (Iskandar)

Komentar