Portalika.com [YOGYAKARTA] – Babak Semifinal Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 resmi ditutup dengan epik di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY).
Laga pamungkas Leg 2 yang mempertemukan Bintang Timur Surabaya (BTS) melawan Blacksteel FC Papua pada Minggu, 7 Juni 2026, menyajikan salah satu pertarungan paling dramatis dalam sejarah liga yang harus diselesaikan lewat ketegangan adu penalti.
Tensi pertandingan berada di titik didih sejak peluit pertama dibunyikan. Blacksteel FC Papua tampil habis-habisan demi membalikkan ketertinggalan agregat dari Leg pertama.
Lewat pertarungan fisik dan taktik yang menguras tenaga, laga super sengit ini terus berlanjut hingga melewati babak perpanjangan waktu (Extra Time) tanpa ada tim yang mau mengalah.
Nasib kedua raksasa futsal ini pun harus ditentukan melalui titik putih. Di momen paling mendebarkan inilah, penjaga gawang andalan BTS, Ahmad Habiebie, muncul sebagai pahlawan sejati.
Dengan insting tajam dan ketenangannya, Habiebie tampil bagaikan tembok kokoh di bawah mistar gawang. Penyelamatan krusialnya sukses mematahkan eksekusi algojo lawan, sekaligus memastikan BTS mengunci kemenangan dramatis di babak adu penalti dengan skor 5-4 atas Blacksteel.
Performa heroik, refleks memukau, dan mental baja yang ditunjukkan Ahmad Habiebie di fase paling menentukan ini membuatnya sangat layak dinobatkan sebagai Man of the Match (MOTM).
Dengan hasil yang menggetarkan ini, skuad racikan pelatih Reka Cahya Punthoadi sukses menyegel tiket terakhir menuju partai puncak.
Bintang Timur Surabaya kini bersiap untuk berhadapan dengan Cosmo JNE—yang sukses menyingkirkan Fafage Banua—dalam duel Grand Finals untuk memperebutkan takhta absolut Raja Futsal Indonesia musim ini. (Ariyanto)












Komentar