Portalika.com [WONOGIRI] – Pembina Yayasan Karya Emas Center (YKEC) Hj Endang Maria Astuti, SAg, SH, MH menegaskan indek prestasi kumulatif (IPK) baru angka kelulusan sehingga harus dibuktikan dalam bermasyarakat.
Endang berharap alumni mampu menjaga almamater, membuktikan keluhuran akhlak dari perguruan tinggi berbasis agama dan menjadi pionir dalam kejujuran. Peryataan itu disampaikan di acara Wisuda Angkatan IV Tahun Akademik 2025/2026 Staimas Wonogiri, di Gedung Sasono Mulyo, Selogiri, Wonogiri, Sabtu, 27 Juni 2026.
Sebanyak 84 diwisuda dalam acara tersebut. “Saya bangga pada Anda [wisudawan] semua, wisuda bukan hanya pengakuan akademik tapi juga tertumpuk tanggung jawab sosial. Bekal ilmu pengetahuan kami harapkan mampu mewujudkan impian dalam sikap dan pengabdian. Selamat pada para wisudawan semoga jadi mulia,” katanya.
Dia mengaku bangga namun juga minta maaf karena belum bisa mewujudkan impian hafidz 30 juz bagi wisudawan. “Tadi disampaikan ada yang hafal 30 juz, hafal 20 juz dan sebagainya. Tetap semangat dan menjadi penyemangat bagi semuanya. Kami juga berharap alumni Staimas bisa menyerukan kebaikan untuk wonogiri,” ujarnya.
Menurutnya berkontribusi kebaikan tidak hanya tugas dosen, guru dan ustadz tapi kewajiban semua manusia.
“Jadilah pribadi yang dapat dipercaya, menjunjung tinggi kejujuran, dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun masyarakat. Kehadiran seorang sarjana seharusnya membawa solusi, bukan justru menambah persoalan,” tandasnya.
Endang juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan global yang membawa tantangan semakin kompleks. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan kebangsaan.
“Kita hidup di era disrupsi digital. Perubahan terjadi sangat cepat dan persaingan semakin kompetitif. Karena itu, jangan hanya mengandalkan ijazah. Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, kuasai teknologi, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan akhlak mulia,” tuturnya.
Sedangkan wakil wisudawan, Syahla R mengatakan wisuda menjadi pintu masuk pengabdian di masyarakat. “Wisuda merupakan buah kerja keras kita, doa dan dukungan penuh orang tua. Untuk itu mengamalkan ilmu dengan hati untuk berbakti pada negeri menjadi pilihan yang harus kita lalui. Tantangan diluar kampus lebih besar namun bekal ilmu jadi fondasi untuk mengatasi,” katanya.
Sementara itu Plt Kasi Bimas Kemenag Wonogiri, Harno mengatakan masyarakat menunggu kiprah alumni Staimas Wonogiri. “Banyaklah berkiprah untuk mengangkat harkat dan martabat Wonogiri,” ujarnya.
Diakatakan tidak ada yang menjamin lulusan prodi PAI selalu kerja di dunia pendidikan sehingga wisudawan tetap harus berjuang memenuhi skill pencari kerja. (Triantotus)












Komentar