Mahasiswa Kesmas Universitas Abulyatama Terapkan Kompetensi Melalui Program Magang Berdampak di Instansi Kesehatan Aceh

banner 468x60

Portalika.com [ACEH BESAR, ACEH] – Sebanyak 193 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama resmi memulai Praktik Mata Kuliah Surveilans Kesehatan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam pelaksanaan surveilans kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

banner 300x250

Acara pembukaan berlangsung di Aula Puskesmas Krueng Barona Jaya dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Krueng Barona Jaya Kurniawati, SKM, Wakil Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama Ambia Nurdin, SPd, MPd, MKes, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Pasyamei Rembune Kala, SSiT, MKM, para dosen pembimbing, bidan desa, tenaga kesehatan puskesmas, serta seluruh mahasiswa peserta praktik.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama Ambia Nurdin, SPd, MPd, MKes menyampaikan praktik lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung melalui kegiatan pengumpulan data, analisis, dan identifikasi berbagai permasalahan kesehatan di tingkat desa.

“Praktik ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dengan tenaga kesehatan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kami berharap mahasiswa dapat menjaga etika, profesionalisme, serta nama baik Universitas Abulyatama selama berada di lokasi praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Krueng Barona Jaya Kurniawati, SKM menyambut baik pelaksanaan praktik mahasiswa di wilayah kerjanya. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi peluang untuk memperkuat kegiatan surveilans kesehatan di tingkat desa sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi calon tenaga kesehatan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa dapat beradaptasi dengan masyarakat, bekerja sama dengan seluruh tenaga kesehatan, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara langsung mengenai pelaksanaan surveilans kesehatan di lapangan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal yang bermanfaat ketika nantinya terjun sebagai tenaga kesehatan profesional,” ungkapnya.

Sebanyak 193 mahasiswa akan melaksanakan praktik di 13 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh 20 dosen pembimbing dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Abulyatama serta Clinical Instructor (CI) bidan desa di masing-masing desa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal melalui bimbingan akademik dan praktik lapangan.

Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penyerahan mahasiswa secara simbolis oleh Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, Pasyamei Rembune Kala, SSiT, MKM, kepada Kepala Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kurniawati, SKM.

Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya kerja sama dalam mendukung pelaksanaan praktik mahasiswa di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya.

Praktik Mata Kuliah Surveilans Kesehatan Masyarakat ini diampu oleh Srie Wahyuni, SST, MKM dan Dian Rahayu, SKM, MKM. Selama praktik berlangsung, mahasiswa akan mengaplikasikan berbagai kompetensi surveilans kesehatan masyarakat, mulai dari pengumpulan data, pengolahan dan analisis informasi kesehatan, identifikasi masalah kesehatan, hingga penyusunan rekomendasi sebagai dasar perencanaan program kesehatan di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Sinergi antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah desa diharapkan mampu memberikan manfaat bagi proses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. (Putra/*)

Editor: Triantotus

Komentar