Portalika.com [Wonogiri] – Satu bulan lebih telah berlalu sejak kebakaran melanda Pasar Kota Wonogiri pada 6 Oktober 2025 lalu. Perlahan namun pasti, para pedagang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari kerugian besar yang menimpa mereka.
Meski puluhan kios hangus terbakar dan barang dagangan tak sempat diselamatkan, semangat untuk kembali berdagang tetap menyala di tengah keterbatasan.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari itu menghanguskan ratusan kios. Proses pemadaman berlangsung lebih dari empat jam dan menyisakan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Beberapa jam seusai api menghanguskan tempat usaha, ratusan pedagang terpaksa berjualan di sejumlah titik di sekitar pasar dengan mendirikan kios-kios sementara. Walaupu nanti mereka menempati lapak darurat yang disiapkan pemerintah tetapi detik jam menjadi detik denyut penghidupan mereka.
edagang pakaian, Ika, 45 mengungkapkan bahwa ia masih berjualan dengan lapak sederhana. “Setelah kejadian itu, saya seminggu libur di rumah. Setelah mencari-cari tempat, alhamdulillah dapat di sini. Sementara ya berjualan di sini dulu sambil menunggu pembagian lapak dari pengelola pasar,” tuturnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Upaya pemulihan pasca-kebakaran terus dilakukan pemerintah daerah. Selain membangun dan menyiapkan relokasi pasar darurat, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban pedagang.
Para pemilik kios yang terdampak menerima bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000 per KTP serta paket sembako. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan agar pedagang dapat kembali membuka usaha mereka meski dengan kondisi serba terbatas.
“Beberapa hari yang lalu, pedagang mendapatkan bantuan uang satu juta dan paket sembako. Tapi ya itu untuk pedagang yang punya kios,” jelas Ika.

Meski harus berjualan dengan fasilitas seadanya, para pedagang perlahan menata ulang usaha mereka. Meja kayu sederhana dan tikar plastik menjadi tempat sementara untuk memajang barang dagangan. Panas terik maupun hujan yang tiba-tiba turun membuat aktivitas jual beli tak senyaman sebelumnya. Namun kondisi itu tidak menyurutkan tekad para pedagang untuk tetap mencari nafkah.
Aktivitas pasar kini mulai menggeliat kembali. Pembeli perlahan berdatangan meski suasana pasar masih jauh dari kata tertata. Kehangatan interaksi antara pedagang dan pembeli menjadi tanda bahwa roda ekonomi rakyat mulai kembali bergerak. Pedagang tahu dan tempe, Muji, 43, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini belum stabil.
“Ini kan pasarnya belum tertata seperti kemarin. Pedagangnya masih berpencar, ada yang di terminal, dekat rel. Sampai saat ini kami masih menunggu pembagian lapak darurat,” ujarnya.
Kebakaran Pasar Kota Wonogiri meninggalkan luka mendalam bagi para pedagang dan keluarga mereka. Namun dari abu itu pula tumbuh semangat baru untuk bangkit bersama. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, para pedagang berharap pasar dapat dibangun kembali menjadi lebih modern, aman, dan layak.
“Kita harus tetap semangat melayani pembeli karena ini mata pencaharian saya. Harapannya semoga pasar ini segera dibangun agar ekonomi kembali pulih,” imbuh Muji.
Ika pun memiliki harapan serupa. “Harapan saya ya pasarnya nanti bisa ramai lagi, karena dari sinilah mata pencaharian saya. Semoga pasar ini ramai terus dan bisa dibangun kembali,” jelasnya. (Sandi Dwi Yulianto/*)
Editor: Triantotus












Komentar