Penyerahan Tali Asih PON untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi Dalam Suasana Wedangan Mas Wali

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Pemerintah Kota Surakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menggelar kegiatan “Wedangan Bareng Mas Wali” yang dirangkaikan dengan acara Penyerahan Simbolis Tali Asih Atlet dan Pelatih PON Aceh–Sumatra Utara dan sarasehan.

Momentum di Pendapa Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Kamis, 4 Desember 2025 ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap para atlet dan pelatih, tetapi juga forum musyawarah antar cabang olahraga (cabor) untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan prestasi Kota Solo.

banner 300x250

Walikota Surakarta Respati Ardi menyampaikan apresiasi mendalam kepada para atlet, pelatih, dan insan olahraga yang selama ini telah menjaga marwah Solo sebagai kota olahraga. Dalam arahannya, ia menyatakan karakter Kota Surakarta tidak dapat dipisahkan dari identitas olahraga.

“Tentunya kita sangat berbangga dengan prestasi atlet-atlet kita. Kerja keras para pelatih dan tokoh olahraga yang tidak pernah lelah inilah yang menjadi ujung tombak dan ujung tombok,” ujar Respati.

Ia menegaskan pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mendampingi dunia olahraga, meskipun dukungan anggaran tidak selalu dapat memenuhi seluruh kebutuhan.

“Pemerintah tidak bisa meng-cover semuanya, tapi kami berkomitmen untuk terus mendampingi, membersamai atlet-atlet kita. Kota Solo ini dibangun oleh tiga roh: pariwisata, budaya, dan olahraga. Itu sudah disebut dalam lagu Solo Berseri ciptaan Ki Anom Suroto,” lanjutnya.

Respati juga menyoroti pentingnya penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai peta jalan pembinaan prestasi ke depan.

Portalika.com/Ist

“Kami sering berdiskusi untuk benar-benar membuat DOD, sebuah desain besar olahraga daerah. Nantinya kita tentukan cabor-cabor unggulan yang bisa kita fokuskan. Tapi cabor lain jangan berkecil hati, karena DOD akan direview sepanjang jalan. Jika ada atlet potensial, tentu saja akan kita dorong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Surakarta, Her Suprabu menekankan KONI kini sedang menjalankan reformasi internal sesuai amanat Musyawarah Olahraga Kota. Ia menegaskan bahwa tata kelola baru diperlukan demi akuntabilitas dan efektivitas pembinaan.

“KONI menjadi kepanjangan tangan pemerintah di bidang olahraga, sehingga sinergi dengan seluruh cabor sangat penting. Kami mengelola dana hibah sekitar 8–9 miliar rupiah, maka akuntabilitas adalah harga mati,” tegasnya.

Her mengungkap adanya sejumlah perubahan prosedur. “Kalau dulu tidak ada RAB, sekarang harus ada RAB di awal. Ini penting sebagai parameter pengukuran, termasuk pajak. Tahun 2026 kami akan meluncurkan aplikasi SiKONI, di mana seluruh pengajuan keuangan akan dilakukan secara digital. Kami juga sudah seratus persen cashless di penyaluran anggaran,” jelasnya.

Selain soal tata kelola, ia menegaskan perlunya skala prioritas dalam pembinaan.

“Kita punya 63 cabor. Dana pembinaan sekitar 4–5 miliar rupiah tidak mungkin dibagi rata. Kita harus memilih cabor unggulan berbasis DOD. Yang lain tetap kita dukung, tapi porsi tentu berbeda,” tambahnya.

Kadispora Kota Surakarta, Rini Kusumandari dalam kesempatan ini mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi.

“Saya berharap kita dapat bekerja sama dalam membangun olahraga di Kota Surakarta agar lebih maju dan kompetitif. Tanpa kebersamaan semua pihak, prestasi akan sulit naik,” tandasnya.

Acara juga diisi dengan penyerahan simbolis tali asih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi atlet dan pelatih PON Aceh–Sumut. Para pengurus cabor memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan masukan, termasuk soal ketersediaan lapangan latihan dan subsidi biaya sewa sarana olahraga.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sarana dari KONI Surakarta berupa peralatan latihan. Satu buah perahu karet untuk cabor Arung Jeram dan 1 Ring Tinju untuk cabor Tinju.

Melalui kegiatan guyub seperti ini, Pemerintah Kota Surakarta dan KONI berharap muncul komitmen baru, transparansi lebih kuat, serta pembinaan lebih terarah agar prestasi Solo dapat kembali bersinar di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor: Triantotus

Komentar