Portalika.com [SURAKARTA] —Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng kembali menunjukkan komitmen nyatanya sebagai kampus penggerak yang berkontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui program Pengabdian Masyarakat, Unisri secara aktif mendampingi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Sambiroto, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jateng untuk mempercepat digitalisasi produk lokal.
Siaran pers dari Unisri belum lama ini menyebutkan, kegiatan yang digelar ini mengusung tema strategis, yaitu “Optimalisasi Social Media Marketing sebagai Media Promosi Kerupuk Jari”.
Langkah ini menjadi agenda konkret Unisri Solo dalam mendorong kampanye UMKM Sragen Go Digital agar mampu beradaptasi dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan ekosistem ekonomi digital saat ini.
Dusun Sambiroto di Desa Pare selama ini telah dikenal luas sebagai salah satu sentra produksi kerupuk potensial di Kabupaten Sragen. Berbagai jenis kerupuk diproduksi secara mandiri oleh warga setempat.
Di antaranya kerupuk jari, kerupuk perung, kerupuk warna-warni, hingga kerupuk kotak. Namun, potensi ekonomi yang besar ini dinilai belum optimal karena sistem pemasarannya yang masih sangat konvensional dan mengandalkan jaringan distribusi yang terbatas.
Melihat celah tersebut, tim pengabdian masyarakat Unisri hadir untuk membekali para pengrajin kerupuk dengan pengetahuan teoritis sekaligus praktik langsung terkait pemanfaatan media sosial. Dengan transformasi ini, diharapkan jangkauan pasar kuliner khas Sragen tersebut dapat meluas ke luar daerah.
Ketua RT 07 Dusun Sambiroto, Sarwanto yang juga pelaku UMKM kerupuk jari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif penyiapan infrastruktur digital yang dibawa oleh civitas akademika Unisri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku bisnis kerupuk di dusun kami. Dengan media sosial, penjualan kerupuk jari kini bisa menyasar pangsa pasar yang jauh lebih luas. Sebelumnya, sebagian besar penjualan kami masih dilakukan secara konvensional dari mulut ke mulut atau pasar lokal saja,” ungkap Sarwanto.
Sosmed Marketing Jadi Kunci UMKM Bertahan dan Berkembang
Edukasi digitalisasi ini dipimpin langsung oleh tim pengabdian Unisri yang dikomandoi Andri Astuti Itasari. Dalam pemaparan materinya, dia menekankan bahwa penerapan social media (Sosmed) marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dalam pengelolaan bisnis modern.
“Peran media sosial sangat vital dalam mengelola dan mempertahankan keberlanjutan bisnis saat ini. Melalui strategi pemanfaatan media sosial yang tepat dan konsisten, volume penjualan dapat ditingkatkan secara signifikan. Pangsa pasar pun terbuka lebar, tidak hanya untuk kerupuk jari, tetapi juga untuk kerupuk perung, kerupuk warna-warni, kerupuk kotak, dan seluruh varian produk yang diproduksi di Sambiroto,” papar Andri.
Sepanjang acara, para peserta yang terdiri atas pelaku usaha tampak interaktif mengikuti jalannya workshop. Tidak hanya mendengarkan teori, mereka dibimbing langsung untuk melakukan praktik membuat konten promosi digital yang sederhana, menarik, dan informatif menggunakan ponsel pintar mereka, hingga cara mengelola akun usaha secara profesional.
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini sangat relevan dengan dinamika ekonomi saat ini, di mana platform digital dan media sosial telah menjelma menjadi alat utama untuk mempertahankan dan mengembangkan skala bisnis UMKM.
Melalui kehadiran langsung di Dusun Sambiroto Sragen, Unisri menegaskan kembali perannya bahwa fungsi perguruan tinggi tidak boleh mandek di dalam ruang kelas atau koridor akademik semata. Kampus harus hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai problem solver yang membawa solusi inovatif atas permasalahan riil yang dihadapi warga.
“Harapan besar kami, melalui pendampingan berkelanjutan ini, para pelaku UMKM di Sambiroto bisa lebih mandiri secara ekonomi, produk kerupuknya dikenal lebih luas secara nasional, dan ke depan dusun ini mampu menjadi role model atau percontohan digitalisasi UMKM yang sukses di wilayah Kabupaten Sragen,” pungkas perwakilan tim pengabdian Unisri Solo. (Iskandar)












Komentar