Portalika.com [WONOGIRI] – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sukses melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Integrasi Metode Simulasi Evakuasi dan Edukasi Partisipatif dalam Meningkatkan Kapabilitas Kesiapsiagaan Bencana” di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Program ini digelar sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem mitigasi bencana permukiman dan membangun kesiapsiagaan operasional warga setempat.
Kegiatan ini berfokus pada upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor dan darurat lingkungan melalui pendekatan komprehensif lintas keilmuan.
Dalam pelaksanaannya, dilakukannya kolaborasi aktif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri serta perangkat desa untuk menyusun peta jalur mitigasi, memasang sarana penunjuk arah evakuasi, hingga mengedukasi warga terkait tindakan tanggap darurat secara partisipatif.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Undip turut berkolaborasi bersama Tim KKN UNS dalam melakukan pemetaan risiko bencana serta mempraktikkan skenario evakuasi dan tindakan tanggap darurat secara langsung bersama warga.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana.
Perwakilan Tim KKN Undip di Desa Kepatihan menyampaikan bahwa ancaman bencana di pemukiman memerlukan penanganan terpadu yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami menghadirkan solusi mitigasi terintegrasi dari hilir ke hulu, mulai dari penyusunan buku saku kesiapsiagaan, perlindungan kelompok rentan, pemasangan plang evakuasi berbasis digital, hingga simulasi tindakan darurat dan penguatan kesiapsiagaan finansial masyarakat,” terangnya di sela-sela kegiatan.
Rangkaian program dimulai dari pengedukasian mengenai kesiapsiagaan bencana oleh Jovena Sesilia Ayu Maharani Manik (Hukum) melalui pengedukasian dengan infografis mengenai panduan dasar keselamatan dan kesadaran hukum.
Untuk perlindungan warga, Deswita Alifia (Antropologi) melakukan penyusunan poster Tas Siaga Bencana yang dikhususkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Pada aspek infrastruktur informasi, Rif’atur Rizqiyah (Sastra Inggris) merancang konten bilingual (Bahasa Indonesia–Inggris) pada plang jalur evakuasi, yang dikombinasikan dengan inovasi Cikal Wahyuning Bachtiar (Informatika) berupa sistem informasi mitigasi berbasis QR Code.
Tak hanya itu, sistem informasi yang dikembangkan juga menjadi wadah untuk mengintegrasikan materi dari beberapa bidang keilmuan. Informasi mengenai tas siaga bencana dari bidang Antropologi, konten bilingual dari Sastra Inggris, edukasi pangan darurat dari Teknologi Hasil Pangan, serta materi kesiapsiagaan finansial dari Akuntansi Perpajakan turut disisipkan dalam platform digital tersebut.
Dengan demikian, website tidak hanya berfungsi sebagai media informasi jalur evakuasi, tetapi juga sebagai pusat informasi mitigasi bencana yang dapat diakses masyarakat.
Pada aspek kesehatan, Alven Rama Raditya (Keperawatan) memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana serta pentingnya upaya mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Sementara itu, Retna Delicia Ivena (Teknologi Hasil Pangan) memberikan edukasi mengenai penyediaan pangan darurat berbasis produk olahan hasil perikanan lokal.
Pada aspek finansial, Nabila Zahwa Khairunnisa (Akuntansi Perpajakan) memberikan edukasi kesiapsiagaan finansial bencana melalui materi diversifikasi proteksi aset desa.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya dana darurat, diversifikasi lokasi penyimpanan aset, serta pencatatan valuasi aset ternak maupun pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi krisis.
Diseminasi informasi dan undangan kegiatan juga dimaksimalkan oleh Muhammad Haekal Alfairus (Ilmu Komunikasi) melalui koordinasi intensif bersama relawan dan pemerintah desa serta pemanfaatan media publikasi digital untuk menyebarluaskan informasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan program multidisiplin ini, diharapkan Desa Kepatihan dapat bertransformasi menjadi desa yang tangguh dan memiliki kapabilitas mandiri dalam menghadapi potensi risiko bencana secara berkelanjutan. (*)
Humas KKN Tim II Reguler Undip Desa Kepatihan 2026
Instagram: @kkn_kepatihan2026
Email: kknkepatihan2026@undip.ac.id)
Editor: Triantotus












Komentar