Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Sefia Ningrum dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang tergabung dalam KKN-PPM Kelompok 31, melaksanakan program kerja individu bertajuk Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Pendampingan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar KKN PPM Unisri 2026 bertajuk Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen, yang dilaksanakan mahasiswa sejak 14 Juli hingga 31 Agustus 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Naili Amalia, SE, MM.
Pendampingan digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 13.00 hingga 17.30 WIB, dengan menyasar pelaku UMKM di RT 06, 07, 11, dan 13 Desa Doyong. Berbeda dengan kegiatan penyuluhan pada umumnya, Sefia bersama tim memilih mendatangi langsung rumah-rumah warga agar materi RAB dapat disampaikan secara personal dan lebih mudah dipahami oleh pelaku usaha.
Desa Doyong dikenal memiliki banyak pelaku UMKM, mulai dari produksi intip, konveksi, hingga keripik, yang menjadi salah satu penggerak roda perekonomian desa selain sektor pertanian.
Sayangnya, potensi tersebut belum diiringi pengelolaan keuangan yang tertib. Sebagian besar pelaku usaha masih menjalankan bisnisnya tanpa perhitungan anggaran yang terstruktur, sehingga rentan mengalami kesulitan dalam mengatur arus pemasukan dan pengeluaran.
Berangkat dari kondisi tersebut, Sefia merancang program pendampingan yang berfokus pada tiga hal utama: membantu pelaku UMKM menyusun RAB yang sistematis dan realistis mencakup beaya produksi, operasional, dan modal usaha; membekali kemampuan menghitung estimasi kebutuhan modal secara akurat agar terhindar dari kekurangan maupun pemborosan anggaran; serta meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya RAB dalam menjalankan usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga mengajak pelaku UMKM mempraktikkan langsung penyusunan RAB sesuai jenis usaha masing-masing.
Pendekatan personal dari rumah ke rumah ini dipilih agar warga dengan latar belakang pendidikan yang beragam tetap dapat mengikuti materi dengan nyaman.
Meski begitu, kegiatan tidak lepas dari tantangan. Sebagian pelaku UMKM masih asing dengan istilah-istilah dalam penyusunan RAB, sehingga mahasiswa perlu menyederhanakan penyampaian materi agar lebih komunikatif.
Ada pula pelaku usaha yang enggan didampingi karena menyangkut urusan laporan keuangan, ditambah keterbatasan waktu pelaksanaan yang membuat pendampingan belum menjangkau seluruh UMKM di desa secara merata.
Terlepas dari kendala tersebut, program ini dinilai membawa manfaat nyata. Pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan mulai memahami langkah-langkah dasar penyusunan RAB dan menunjukkan antusiasme untuk mulai menerapkan pencatatan serta perencanaan anggaran dalam usahanya.
Dengan bekal ini, pelaku usaha diharapkan mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih terukur berdasarkan perencanaan keuangan yang jelas.
Sefia berharap pendampingan ini dapat berlanjut secara berkala agar penerapan RAB benar-benar konsisten dalam praktik usaha sehari-hari.
Ia juga mendorong keterlibatan perangkat desa dan lembaga terkait seperti BUM Desa untuk memperkuat keberlanjutan program, misalnya melalui pelatihan pengelolaan keuangan usaha secara berkala bagi pelaku UMKM di Desa Doyong. (*)
Penulis: Anggota Kelompok 31 KKN-PPM Unisri 2026, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen
Editor: Suryono












Komentar