Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja bertajuk “Pemanfaatan Susu Jagung sebagai Inovasi Minuman Bergizi dalam Upaya Pencegahan Stunting” di Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Gentanbanaran ini melibatkan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Melalui program ini, mahasiswa mengenalkan inovasi susu jagung sebagai minuman kaya gizi serta langkah nyata mengoptimalkan potensi hasil pertanian lokal.
Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya potensi pertanian jagung di Desa Gentanbanaran. Selama ini, komoditas jagung oleh masyarakat setempat lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dasar tanpa pengolahan lanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai pemanfaatan jagung dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Ibu-ibu rumah tangga yang hadir juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan susu jagung.
Metode praktik diterapkan agar para peserta memahami setiap tahapan pengolahan dengan baik. Langkah ini diharapkan membuat warga mampu memproduksi sendiri minuman bergizi tersebut secara mandiri di rumah masing-masing.
Selain melatih keterampilan mengolah pangan, kegiatan ini diselingi edukasi mengenai pentingnya asupan gizi yang cukup sebagai bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting pada anak.
Produk inovasi susu jagung diperkenalkan sebagai alternatif minuman berbasis nabati yang tidak menggunakan susu sapi sebagai bahan utamanya. Minuman ini menjadi pilihan tepat dan aman bagi masyarakat yang mengalami intoleransi laktosa.
Pelaksanaan program pengabdian ini memberikan hasil positif berupa peningkatan pengetahuan serta keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah komoditas jagung.
Di samping pemenuhan gizi keluarga, inovasi ini turut membuka peluang pemanfaatan jagung menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro atau skala rumah tangga.
Meski berjalan lancar, pelaksanaan kegiatan di lapangan menghadapi kendala berupa keterbatasan jumlah peserta. Kesibukan harian ibu rumah tangga menjadi faktor utama belum seluruh sasaran dapat hadir. Penentuan waktu kegiatan juga menjadi tantangan tersendiri sehingga memerlukan koordinasi jadwal dengan aktivitas warga.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNSRI berharap masyarakat Desa Gentanbanaran terus memanfaatkan potensi pertanian lokal menjadi ragam produk pangan yang bernilai tinggi.
Inisiatif ini diharapkan tidak sekadar memberikan manfaat pengetahuan dan keterampilan instan, tetapi mampu mendorong keberlanjutan inovasi pangan serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. (Bintang)












Komentar