Mahasiswa PPG BK Unisri Ajak Ibu-Ibu PKK Pucangsawit Solo Kenali Emosi Lewat “Mindful Drawing”

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Di tengah kesibukan harian sebagai ibu rumah tangga, penjual jamu, cleaning service, hingga karyawan garmen, sekitar 20 ibu anggota PKK RW 011 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta/Solo, Jateng, mengikuti kegiatan penyegaran mental yang unik.

Mereka diajak berhenti sejenak untuk mengenali kesehatan emosi melalui teknik mindful drawing atau menggambar penuh kesadaran.

banner 300x250

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Emotional Well-Being melalui Art Therapy pada Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Pucangsawit” ini diinisiasi oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo Kelompok 5. Acara tersebut berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Prof Dr Anita Trisiana, SPd, MH.

Digelar di Balai Warga RT 001/RW 011, kegiatan berlangsung hangat pada sore hari pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Acara dibuka dengan psikoedukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta mengenali tanda-tanda stres bagi para perempuan yang kerap memikul peran ganda.

Terapi Seni Lewat Media Totebag Kanvas

Berbeda dari pertemuan rutin PKK pada umumnya yang lazimnya diisi penyuluhan konvensional atau pelatihan keterampilan kerja, sore itu para peserta diajak melakukan art therapy. Media yang digunakan pun tidak biasa, yakni totebag kanvas polos yang dilukis menggunakan cat akrilik.

Panitia membebaskan peserta berekspresi tanpa ada batasan tema, benar, atau salah. Sebagian ibu melukis motif bunga dan pemandangan alam, sebagian menuliskan kalimat afirmasi positif, sementara banyak pula yang menggambar simbol hati sebagai representasi perasaan mereka saat itu.

“Mbak, menyenangkan sekali aku bisa meluapkan emosiku lewat gambar. Pas seneng, gambaranku apik, tapi pas kelingan masalah, gambaré dadi ora alus,” ucap salah satu peserta dengan jujur di sela-sela kegiatan.

Ungkapan tersebut merefleksikan bagaimana dinamika emosi secara tidak langsung tertuang melalui goresan kuas—sebuah media katarsis ketika kata-kata sulit diungkapkan secara lisan.

Ruang Aman untuk Refleksi dan Dukungan Sosial

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi individu dan Focus Group Discussion (FGD). Melalui ruang aman (safe space) ini, para ibu berkesempatan saling berbagi cerita, mencurahkan isi hati, serta mendengarkan satu sama lain tanpa rasa takut dihakimi. Suasana kekeluargaan yang erat menjadi salah satu capaian paling berharga dari proyek kepemimpinan ini.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh hasil karya totebag para peserta dikumpulkan terlebih dahulu untuk nantinya dipamerkan dalam ajang gelar karya yang dijadwalkan pada November mendatang. Sebagai pengganti, setiap peserta langsung membawa pulang suvenir kenang-kenangan.

Tim penyelenggara berharap kebiasaan positif dalam mengenali serta mengekspresikan emosi ini tidak berhenti pada hari itu saja. Pengurus PKK RW 11 Pucangsawit didorong agar dapat mengintegrasikan aktivitas kreatif sederhana atau sesi berbagi cerita ke dalam agenda pertemuan rutin mereka.

“Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana ilmu Bimbingan dan Konseling dapat hadir langsung di tengah masyarakat. Lewat selembar totebag dan sapuan kuas, para ibu diajak menyadari bahwa merawat perasaan sendiri sama pentingnya dengan merawat keluarga,” ungkap perwakilan mahasiswa PPG BK Unisri.

Melalui program ini, Unisri Surakarta kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong mahasiswa mengaplikasikan ilmu akademik secara nyata di tengah masyarakat sebagai wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Iskandar)

Komentar