Anak SD Diajari Menabung Lewat Celengan Kreatif: Inisiatif KKN Unisri Jadikan Literasi Keuangan Menyenangkan

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Literasi keuangan sejak usia dini ternyata bisa dikemas secara menyenangkan dan kreatif. Hal ini dibuktikan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 95 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melalui kegiatan edukatif bertajuk Gemar Menabung pada Anak Usia Dini yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa, 5 Agustus 2025.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa Unisri kepada masyarakat, dengan sasaran utama anak-anak sekolah dasar, khususnya siswa kelas III.

banner 300x250

Bertempat di ruang kelas, para siswa mengikuti sosialisasi yang dikemas secara menarik dan interaktif. Kegiatan ini dipandu oleh Dwi Wahyu Setyaningsih, mahasiswa pelaksana program kerja, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dite Hastini, SHum, MSn.

Suasana kelas berlangsung meriah dengan antusiasme siswa yang tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi, bertanya, dan menghias celengan hasil karya mereka sendiri.

Dia bercerita dalam sesi utama, para siswa diberi celengan polos berbentuk tabung atau hewan lucu, lalu diajak menghias menggunakan stiker, kertas origami warna-warni, glitter, hingga menggambar cita-cita masa depan mereka.

Dari aktivitas tersebut, pesan tentang pentingnya menabung untuk masa depan disampaikan secara ringan dan imajinatif.

Salah satu momen berkesan muncul saat seorang siswa bernama Kevin bertanya polos.

“Kak, kalau uang jajanku cuma sedikit, apa bisa tetap nabung?” tanya Kevin.

Pertanyaan tersebut dijawab Dwi Wahyu Setyaningsih, “Bisa banget, Kevin. Justru menabung itu bukan soal jumlah, tapi soal kebiasaan. Mulai dari recehan pun bisa, yang penting konsisten dan sabar. Nanti lama-lama uangmu akan terkumpul banyak.”

Interaksi semacam ini menunjukkan keberhasilan pendekatan edukatif yang dilakukan. Anak-anak tidak hanya mendapat pemahaman dasar tentang uang dan menabung, tetapi juga merasakan langsung prosesnya secara menyenangkan.

Saat itu, salah satu siswa menggambar sepeda dan berkata, “Aku gambar sepeda di celenganku, biar semangat nabung buat beli!”

Sontak, tawa kecil terdengar dari teman-temannya, menambah kehangatan suasana kelas.

Celotehan siswa itu, menurut Tim KKN Kelompok 95 Unisri, bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus memperkenalkan konsep literasi keuangan dengan pendekatan kontekstual.

Mereka percaya bahwa pendidikan keuangan tidak harus kaku, tetapi dapat disampaikan secara kreatif dan sesuai dengan dunia anak-anak, sehingga pesan edukatif lebih mudah tertanam.

Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan ini. Kepala SD Negeri 1 Malangan, Setia Rahmawati, menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab terhadap keuangan pribadi mereka sejak kecil.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin,” katanya.

Tidak hanya dari pihak sekolah, respon positif juga datang dari para orang tua. Banyak yang merasa terbantu karena anak-anak mulai tertarik menyisihkan uang jajannya secara sukarela.

Seorang wali murid, Ratna mengungkapkan anaknya langsung menabung Rp1.000 di celengan begitu pulang sekolah sambil berkata ingin punya “gunung recehan”.

Program ini menjadi bagian dari upaya konkret Unisri dalam membentuk generasi muda yang sadar finansial sejak usia dini.

Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari tema besar KKN Unisri tahun 2025, yakni ‘Sinergi Unisri, Pemerintah dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.’

Melalui penguatan literasi keuangan anak-anak, Tim KKN Kelompok 95 Unisri berkontribusi dalam membangun karakter dan pola pikir mandiri di masyarakat desa. Edukasi menabung ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya ekonomi keluarga yang sehat, sebagai fondasi menuju kemandirian desa yang berkelanjutan.

Dwi Wahyu menyampaikan harapan semoga celengan yang mereka bawa pulang menjadi awal dari kebiasaan baik yang terus tumbuh dan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.

“Program sederhana ini membuktikan bahwa nilai-nilai penting seperti disiplin dan perencanaan masa depan bisa mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Harapannya, inisiatif serupa terus tumbuh di desa-desa lain, menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak secara finansial,” katanya. (*)

Editor: Suryono

Komentar