Bansos Beras Telah Dibagikan, Harga Sejumlah Jenis Komoditas Di Pasar Wonogiri Meroket

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Harga sejumlah komoditas pangan strategis di Pasar Wonogiri seperti cabai dan gula pasir naik signifikan akhir-akhir ini, Sabtu (28/10/2023). Kemarau panjang dinilai menjadi faktor pemicu kenaikan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, harga beras tetap bertahan melampaui harga eceran tertinggi meski bantuan pangan beras sudah disalurkan kepada warga. Pedagang aneka bahan pangan Pasar Wonogiri, Suwarni, mengatakan harga semua jenis cabai naik sejak dua atau tiga pekan lalu.

banner 300x250

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah dari yang semula sekitar Rp30.000/kg pada awal Oktober 2023 sekarang menjadi Rp60.000/kg atau naik 100%. Cabai rawit hijau juga terkerek naik dari semula Rp30.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

Baca juga: Kemarau Melanda, Air Bersih Menjadi Barang Berharga Menghapus Dahaga Warga

Sedangkan harga cabai keriting merah dan hijau di Pasar Wonogiri tercatat Rp40.000/kg. Kedua jenis cabai itu naik secara perlahan selama dua pekan terkahir dari semula Rp25.000/kg-Rp30.000/kg.

Informasi yang diperoleh Suwarni dari sejumlah pemasok cabai, kenaikan harga cabai dipengaruhi kemarau panjang. “Katanya banyak tanaman cabai yang kekurangan air. Hasil panennya jadi enggak maksimal, makanya harganya naik,” kata Suwarni.

Menurut Suwarni, beberapa pemasok cabai yang biasa hanya kulak di Cepogo, Boyolali, kini bahkan mulai mengambil cabai lokal Wonogiri. Hal itu lantaran ketersediaan cabai di Cepogo tidak sebanyak seperti biasanya.

Dia menyebut harga cabai di Pasar Wonogiri bisa saja akan terus naik jika tidak segera turun hujan di daerah penghasil cabai. Kendati begitu, kenaikan harga cabai saat ini masih dinilai wajar.

Biasanya harga cabai akan melonjak sangat tajam ketika musim penghujan. Sebab banyak tanaman cabai gagal panen karena banyak yang busuk akibat terlalu banyak air. “Tanaman cabai kalau kurang air ya panennnya enggak bagus, kalau kebanyakan air juga busuk. Kudu pas,” ujar Suwarni.

Pedagang aneka pangan lain di Pasar Wonogiri, Karsi, menyebut meski harga cabai naik, tidak ada tanda-tanda kelangkaan. Dia masih menerima kiriman cabai setiap hari tanpa terlambat. Hanya, dengan kenaikan itu, cabai yang dia jual lebih lama terjual dibandingkan saat harga cabai normal.

“Misalnya cabai rawit, sehari saya sediakan 20 kg. Biasanya jam segini  [10.00 WIB] paling enggak sudah 9 kg terjual. Ini belum ada, masih banyak. Soalnya orang kan yang tadinya biasa beli 1 kg, karena harganya naik jadi beli 0,5 kg,” kata Karsi. (Lukman/*)

Komentar