Bentuk Citra Polri Humanis dan Komunikatif, Anggota Satlantas Berlatih Public Speaking dan Storytelling

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Satuan Lalu Lintas Polres Wonogiri menggelar kegiatan peningkatan pelayanan publik dalam sosialisasi public speaking dan storytelling bagi jajaran personel, bertempat di Aula Sanika Satyawada, Jumat, 2 Oktober 2025. Agenda itu sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membentuk citra Polri yang humanis dan komunikatif.

Acara dibuka Wakapolres Wonogiri Kompol Purwanto, SH, MH yang menyampaikan kemampuan komunikasi yang efektif bukan lagi menjadi pelengkap, namun telah menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

banner 300x250

“Komunikasi yang baik adalah kunci dalam membangun kepercayaan publik. Public speaking dan storytelling bukan sekadar teknik berbicara, tetapi juga seni dalam menyampaikan pesan dengan empati, kejelasan, dan integritas,” ujar Wakapolres.

Turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian SDM Polres Wonogiri AKP Sri Martini, SH, MH dan Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Subroto, SH, MH yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Transformasi Polri menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

“Transformasi Polri tidak hanya menyentuh sisi struktural atau teknologi, tetapi juga menyentuh soft skill dari setiap anggota. Masyarakat semakin cerdas dan kritis, maka kita juga harus membekali diri dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni agar pelayanan yang diberikan lebih maksimal, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegas Kasatlantas.

Sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, hadir Dr Ruslina, SSos, MAP, dosen Hukum Tata Negara, Staimas Wonogiri. Dalam paparannya yang berlangsung interaktif, Ruslina menekankan pentingnya personal branding bagi anggota Polri melalui kemampuan berbicara yang baik dan narasi yang membangun citra positif institusi.

“Anggota Polri adalah representasi dari institusinya di mata publik. Setiap perkataan, gerak tubuh, bahkan intonasi, akan dinilai oleh masyarakat. Maka dari itu, public speaking bukan hanya soal keberanian berbicara di depan umum, tetapi bagaimana menyampaikan pesan yang tepat kepada audiens yang beragam,” terang Ruslina.

Ia juga menambahkan bahwa storytelling dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam menjelaskan kebijakan, prosedur, maupun memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Dengan menyisipkan kisah atau contoh nyata dalam komunikasi, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan diingat oleh publik, tambah Ruslina yang sudah lama berkiprah dalam hal pelayanan publik dan Reformasi birokrasi Polri itu.

Peserta yang terdiri dari seluruh anggota Satuan Lalu Lintas Polres Wonogiri tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi dengan praktek beberapa kasus nyata, berbicara di depan umum, menyusun narasi pelayanan publik, hingga menerima umpan balik dari narasumber secara langsung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari pembinaan berkelanjutan bagi personel Polres Wonogiri khususnya pada Satuan Lalu Lintas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam interaksi dan komunikasi kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang efektif, Polri diharapkan mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga berempati, ramah, dan profesional. (Nadhiroh)

Komentar