Berlaga Di Paralimpide Atlet NPC Kenakan Produk Mills Standar Eropa

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Para atlet Paralimpiade yang bakal bertarung di Paralimpiade Paris 2024 mendatang akan mengenakan jersey berstandar Eropa. Hal itu dimungkinkan setelah Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun dan Direktur Utama sekaligus Direktur Sales Marketing, PT Mitra Kreasi Garmen (MKG), Steendy Tjen meneken kerja sama di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Solo, Jateng, Senin 1 Juli 2024.

“Mills ini tidak hanya mem-branding di Indonesia tapi Mills juga dipercaya di Eropa. Kita juga ekspor ke Eropa barat khususnya di Liperpool, Inggris. Di sana ada satu klub Tranmere Rovers yang menggunakan produk Mills. Ini bukti produknya dipakai orang Inggris karena bahan yang dipakai mumpuni,” ujar Steendy yang juga owner produk Mills saat memberi sambutan pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Sponsorship Mills di KSPH, Solo.

banner 300x250

Dia menjelaskan sebenarnya quality control (QC) di Inggris dinilai sangat ketat namun produk Mills ternyata bisa lolos. Dan produk Mills dipakai pemain klub tersebut, ini suatu bukti kualitas Mills sudah mendunia.

Baca juga: Indonesia Siap Berangkatkan 28 Atlet Ke Paralimpiade Paris

Menurut dia semula banyak yang mengira Mills di bawah naungan PT MKG adalah brand dari luar negeri. Ada yang bilang brand dari negara tetangga, ada yang bilang dari Eropa dan sebagainya. Padahal ini adalah brand asli Indonesia yang didirikan tahun 2018.

Dia menjelaskan tahun 2020 Mills sudah mulai menjadi sponsor Timnas Sepakbola Indonesia sampai tahun 2024. Selain itu pihaknya juga menyeponsori klub-klub Indonesia di Liga 1 Indonesia.

Di antaranya Bhayangkara FC, Dewa United, Persita FC. Selain itu pihaknya juga menyeponsori salah satu klub di Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. Bahkan Mills juga menyeponsori salah satu klub di Liga 3 Inggris, Tanmere Rovers.

Sejumlah atlet ofisial dan wakil Mills berfoto bersama seusai meneken kerja sama di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Solo, Jateng, Senin 1 Juli 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Mills juga menyeponsori olahraga Esport di beberapa klub di antaranya klub Dewa United. Untuk sponsor di olahraga basket pihaknya menyeponsori Dewa United dan Bali United.

Pendirian Mills ini juga tak lepas dari banyaknya brand-brand olahraga yang diproduksi beberapa negara dan dikenakan atlet-atlet negeri sendiri. Kondisi ini membuat Steendy Tjen tak mau kalah dengan negara lain.

Contohnya, ujar dia, negara Thailand mempunyai brand sendiri dan malah juga diekspor ke Indonesia. “Ini sangat mengganggu, saya pikir di Indonesia banyak bahan-bahan bagus khususnya apparel dan bahan sepatu di ekspor ke luar negeri atas nama orang di sana,” kata dia.

“Karena itu tahun 2018 kami memimpikan, kalau di Amerika ada produk centang dan di Jerman ada [produk] tiga garis, kita juga ingin di Indonesia ada brand yang sanggup bertarung di luar negeri,” ujarnya.

Hidupi Ribuan Pekerja
Karena dia berprinsip brand dari Indonesia jika digarap serius tak akan kalah. Dan ini dinilai berdampak positif.

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun (kanan) dan Direktur Utama sekaligus Direktur Sales Marketing, PT Mitra Kreasi Garmen (MKG), Steendy Tjen memamerkan logo Mills di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Solo, Jateng, Senin 1 Juli 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Sebab jika semua digarap di Indonesia dari hulu sampai hilir diharapkan bisa menghidupi ribuan pekerja. Mulai dari pembuatan benang, pembuatan Indonesia, proses menjahid sampai packaging orang Indonesia, dikirim ke toko sampai menjual di Indonesia pokoknya semua kegiatan ada di Indonesia dinilai akan menyejahterakan masyarakat.

Sebab ekonominya muter di Indonesia.
Untuk itu Indonesia harus bisa membuat pakaian olahraga yang dibuat dengan kualitas tinggi. Dalam hal ini Mills diklaim mempunyai tim development yang bisa meng-creat kain-kain yang bagus yang cepat menyerap keringat dan ringan.

Saat ini, papar dia, para atlet di Indonesia sudah banyak yang bisa merasakan produk Mills yang produknya antibakteri. Di mana kain yang dipakai tidak bahu badan dan cepat menyerap keringat sehingga mengurangi bobot di badan karena menguapnya cepat.

“Jersey Mills dilengkapi kemampuan antistatic. Jadi kalau kita pindah ruangan dan bersentuhan tangan kalau kain biasa kaya ada setrum, itu antistatic namanya teknologi kain ini,” ungkap Steendy.

Dia menjelaskan tahun 2023 hampir 50 persen kain Mills sudah menggunakan bahan go green artinya bahan-bahan itu recycle. Ini tentu akan membantu megurangi sampah-sampah plastik. Plastik itu bisa didaur ulang menjadi benang lalu diproses lagi menjadi kain.

Karena itu pihaknya bangga bisa bekerja dengan NPC Indonesia semoga kerja sama ini saling menguntungkan. Dia berharap atlet di Indonesia yang menggunakan produk Mills ini bisa merasakan dampak kebanggaan mengenakan produk berkualias.

“Tentu kalau atlet mengenakan barang berkulitas di depan atlet-atlet dunia pun kita PD. Kita tidak dipandang sebelah mata lagi oleh atlet-atlet di luar sana” tegas dia.

Dilaunching Jelang Ke Paris
Saat ini, papar dia, pihak Mills sedang mendesain jersey untuk atlet-atlet paralimpiade Indonesia. Produk Mills yang akan dikenakan para atlet nanti akan dilaunching menjelang keberangatan ke Paris.

Dia menambahkan bahan baku jersey yang akan didkenakan para atlet paralimpiade ini dari Indonesia. “Prinsipnya kita maunya brand lahir di Indonesia, bisa menggunakan bahan dari Indonesia, pekerja dari Indonesia. Pokoknya semuanya diharapkan dari Indonesia,” ujar Steendy.

Dia juga menginginkan industri pembuatan jersey ini memberi peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. Sehingga pabrik PT MKG yang berada di Jawa Tengah (Jateng) ini bisa menciptakan lapangan kerja yang luas.

Semula pabrik MKG berada di Tangerang, Banten. Namun karena UMR di Tangerang kian merangkak naik, pihaknya mulai memindahkan ke Pemalang, Jateng. Sedangkan untuk pabrik sepatu ada di Surabaya.

“Intinya semua pabrik masih di Indonesia, pemiliknya juga orang Indonesia tanpa ada campur tangan asing,” kata dia.

Serap Keringat Dan Asyik
Sementara itu Senny Marbun mengatakan sebenarnya kerja sama pihaknya dengan Mills sudah lama. Sehingga sekarang ini hanya sosialisasinya biar semakin percaya diri dengan memakai Mills.

“Sebenarnya kita memakai Mills sudah lama sejak tahun 2001. Yang jelas Mills ini enak dipakai karena menyerap keringat, tidak bahu dan asyik digunakan utuk olahraga,” ujar dia.

Selain itu Mills juga dinilai sebagai pakaian olahraga yang ringan dan cepat kering dari keringat. Dia menjelaskan durasi kerja sama ini ada kurun waktu tertentu yaitu sekitar satu tahun dan kemudian akan ditinjau ulang. (Iskandar)

Komentar