Portalika.com [JAKARTA] – Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS, Dr H Hamid Noor Yasin, MM mengingatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tentang kondisi kritis Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.
Dalam rapat kerja dengan Menteri PU, politisi senior PKS itu menyampaikan aspirasi dan menegaskan heroisme warga transmigrasi bedol desa yang penuh dengan pengorbanan jangan berakhir sia-sia karena derasnya sedimentasi yang hanya menyisakan usia waduk 5-6 tahun lagi.
Waduk yang dibangun di Era Presiden Soeharto Tahun 1974 dalam rangka mengendalikan banjir Bengawan Solo yang kerap merendam Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan daerah-daerah hilir lainya.
“Pak Menteri, ini perlu dilakukan kajian serius untuk mengatasi sedimentasi yang membuat kondisi waduk semakin kritis dan parah. Saat ini Waduk Gajah Mungkur [WGM] berfungsi untuk irigasi, PLTA, pengendali banjir dan pertumbuhan ekonomi warga di sekitar Waduk Gajah Mungkur,” tegasnya.
Dulu, ujarnya, heroisme 41.369 jiwa rela Bedol Desa meninggalkan makam leluhurnya, sekarang menjadi ancaman kembali bagi generasi selanjutnya. Ini darurat sedimentasi dari 9 sungai terutama Sungai Keduang dan Sungai Wiroko Tirtomoyo.
Menurut data BBWS Bengawan Solo, laju sedimentasi aktual mencapai 4,6 juta m³ per tahun, tiga kali lipat batas aman desain. Akibatnya, fungsi pengendali banjir terus tergerus-kapasitas tampung banjir jatuh dari 220 juta m³ (1980) menjadi hanya 153,9 juta m³ (2011).
Hamid mengkhawatirkan banjir klasik di Solo dan sekitarnya akan kambuh kembali. Selain banjir, PLTA 12,4 MW penyuplai jaringan Jawa-Bali terancam mati total di musim kemarau. Juga irigasi 23.200 hektare lahan, ribuan nelayan dan petani keramba jaring apung di ambang kolaps.
“Saya minta untuk dilakukan pengerukan sedimentasi, pembangunan beberapa cek Dam penahan lumpur di wilayah tangkapan air, serta reboisasi hutan di wilayah tangkapan air. Ini warisan heroik yang penuh pengorbanan,” tandas Hamid dalam RDP dengan Menteri PU. (Triantotus)












Komentar