Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah Bagi Masyarakat dalam Membangun Literasi Keuangan di Desa Troso

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Desa Troso, sebuah desa di Kabupaten Klaten, menjadi saksi semangat pemberdayaan masyarakat dalam membangun kesadaran literasi keuangan melalui program bertajuk ‘Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah’.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 ibu-ibu PKK sebagai peserta utama yang memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus menjadi agen edukasi di lingkup keluarga dan masyarakat.

banner 300x250

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Ayu Intan Febriana, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menurutnya tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, terhadap pentingnya mengenal, menghargai, dan menggunakan rupiah dengan bijak, serta memahami peranannya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selama kegiatan, para peserta dibekali pemahaman tentang makna cinta rupiah yakni melalui perlakuan yang baik terhadap uang seperti tidak merusak, melipat, atau mencoret uang kertas.

Kemudian, dalam sesi bangga rupiah, disampaikan materi mengenai simbol kedaulatan negara yang melekat pada rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Sedangkan pada bagian paham rupiah, peserta diajak memahami nilai tukar, ciri-ciri keaslian uang, hingga peran Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan mata uang.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, simulasi keaslian uang rupiah, serta kuis berhadiah yang menambah antusiasme peserta. Respon yang diberikan oleh ibu-ibu PKK sangat positif.

Banyak dari mereka mengaku baru mengetahui pentingnya memperlakukan uang dengan benar dan memahami risiko menggunakan uang palsu dalam aktivitas transaksi harian.

Selain membahas aspek teknis mengenai rupiah, kegiatan ini juga menyinggung pentingnya literasi keuangan dasar, seperti pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya menabung serta penggunaan pembayaran digital yang aman dan efisien.

Edukasi ini menjadi langkah awal dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan cashless society serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga di era digital.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial sesaat, tetapi mampu membentuk kebiasaan positif dan meningkatkan literasi keuangan secara berkelanjutan di Desa Troso. Para ibu PKK diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan nilai-nilai CBP Rupiah kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari edukasi kecil yang menyentuh akar masyarakat. edukasi CBP Rupiah bukan hanya sekadar kampanye tentang uang, tetapi juga bagian dari penguatan karakter kebangsaan dan pembangunan ekonomi mikro yang berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Penulis: Ayu Intan Febriana, Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Editor: Triantotus

Komentar