Portalika.com [KLATEN] – Sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan wawasan global dan keterampilan komunikasi generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Mohammad Badrudin pada Selasa 5 Agustus 2025 melaksanakan program kerja edukatif yang sasarannya adalah para remaja.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda melalui metode simulasi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam rangkaian tersebut, terselenggara kegiatan bernama ASEAN Diplomacy Journey.
Kegiatan ini diselenggarakan di MTsN Jeblog, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan mengambil sasaran murid kelas VIII yang menghadirkan suasana diplomasi antarnegara ASEAN di dalam kelas serta mendorong siswa untuk berlatih public speaking, kerja sama, dan keberanian menyampaikan pendapat.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan singkat public speaking dan video singkat pengenalan ASEAN. Materi ini diberikan untuk membekali siswa dengan kemampuan berbicara di depan umum, termasuk bagaimana cara mengatur intonasi, menjaga kontak mata, serta menyampaikan argumen dengan percaya diri.
Pemaparan tersebut menjadi penting agar siswa memiliki pemahaman dasar sebelum terjun langsung ke dalam simulasi diplomasi.
Setelah itu, peserta diperlihatkan sebuah video pendek mengenai pengenalan ASEAN yang menampilkan sejarah singkat, peran, dan bentuk kerja sama antarnegara anggota.
Usai sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan pembagian 29 siswa kelas VIII ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok kemudian diberi peran sebagai delegasi dari salah satu negara anggota ASEVII
Melalui metode ini, siswa didorong untuk aktif berdiskusi, saling bertukar pendapat, serta melatih keberanian tampil berbicara di depan kelompok lain dalam suasana simulasi diplomasi.
Pada saat simulasi berlangsung, kondisi ruang kelas menjadi ramai karena antusiasme para siswa yang sangat tinggi.
Setiap kelompok tampak bersemangat dalam memainkan peran sebagai delegasi negara ASEAN. Simulasi diawali dengan seluruh anggota perwakilan negara maju ke depan kelas secara bergantian untuk membacakan naskah mengenai ASEAN.
Setelah satu kelompok selesai, giliran kelompok berikutnya tampil, hingga seluruh kelompok yang berjumlah lima mendapatkan kesempatan yang sama.
Seluruh kelompok selesai membacakan naskah mengenai ASEAN, masing-masing delegasi diberikan sticky notes untuk menuliskan pesan atau harapan yang ditujukan kepada negara lain.
Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan menulis singkat, tetapi juga mengajarkan pentingnya komunikasi diplomasi yang sopan dan konstruktif.
Di penghujung kegiatan, tim KKN memberikan apresiasi kepada delegasi terbaik yang dinilai paling percaya diri, komunikatif, serta mampu menyampaikan pesan dengan baik di depan forum. Apresiasi diberikan dalam bentuk jajanan ringan sebagai simbol penghargaan, yang sekaligus menambah semangat dan kegembiraan para siswa dalam mengikuti kegiatan.
KKN Unisri tahun ini mengangkat tema mengenai Sinergi Unisri Pemerintah dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.
Kegiatan ini adalah suatu wadah bagi mahasiswa untuk membagikan keilmuannya yaitu terkait Hubungan Internasional yang telah didapatkan selama ini bisa sangat bermanfaat.
Melalui kegiatan ASEAN Diplomacy Journey, diharapkan siswa dapat mulai belajar keterampilan public speaking sejak dini, khususnya dalam hal keberanian berbicara di depan umum dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka wawasan siswa mengenai bagaimana negara-negara berinteraksi dan bekerja sama melalui ASEAN.
Dengan demikian, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga pemahaman awal tentang pentingnya diplomasi dan kerja sama internasional sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan. (*)
Penulis: Mohammad Badrudin, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Unisri Surakarta
Editor: Suryono












Komentar