Portalika.com [WONOGIRI] – Di lapangan hijau, langkah Faiz Banu Pamungkas terlihat mantap. Bola seakan menyatu dengan kakinya. Di usianya yang masih belia, siswa SMP Negeri 1 Wonogiri ini sudah menunjukkan kematangan bermain sebagai seorang playmaker, pengatur serangan yang tenang, cerdas, dan penuh visi.
Pada ajang Fun Game Kepala Desa Tambak Merang, Girimarto, Kamis, 25 Desember 2025, Faiz BP turut menyumbangkan tiga gol selama event itu.
Faiz, yang akrab disapa Faiz BP, lahir di Wonogiri pada 4 Juni 2012. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Agus Winarno dan Dwi Warsiti. Sejak kecil, Faiz BP memang tak pernah jauh dari dunia olahraga, khususnya sepakbola.
Ketika duduk di bangku kelas 1 SD, Faiz sudah mulai berlatih sepakbola. Awalnya ia bermain sebagai striker, penyerang yang selalu haus gol. Perlahan, posisinya pun bergeser. Kini, ia lebih banyak bermain sebagai playmaker, otak permainan yang menentukan alur serangan tim. Meski tak selalu mencetak gol, perannya justru semakin terasa penting.
Nomor favoritnya adalah 11, sementara sosok yang ia idolakan di dunia sepakbola adalah Neymar Jr, pemain yang dikenal kreatif dan dinamis. Tak heran, gaya bermain Faiz juga penuh improvisasi, tapi tetap efektif.
Bakat olahraga Faiz tak hanya terlihat di lapangan sepakbola. Saat SD, ia juga aktif mengikuti berbagai lomba dan berhasil mencatatkan sejumlah prestasi, di antaranya:
- Juara 1 Lomba FTBI tingkat Kecamatan Selogiri
- Juara 3 Renang tingkat Kecamatan Selogiri
- Harapan 1 Pesta Siaga tingkat Kabupaten Wonogiri
Memasuki jenjang SMP, prestasinya di dunia sepakbola semakin bersinar. Beberapa raihan yang berhasil dicatatkan antara lain:
- Juara 2 Futsal Imagiri
- Juara 2 GSI tingkat Kabupaten Wonogiri
- Juara 3 Turnamen Rektor ITNY
- Juara 3 bersama Piala Dandim Wonogiri
Deretan penghargaan itu tak membuatnya besar kepala. Justru, Faiz BP semakin rajin berlatih dan terus belajar memperbaiki diri. “Saya suka sepakbola. Banyak hal yang saya dapatkan lewat sepakbola. Selain banyak teman juga bisa belajar berbag,” imbuh Faiiz BP.
Di balik sosok atlet muda berbakat, Faiz tetaplah anak sederhana. Ia menyukai nasi goreng sebagai makanan favoritnya, dan susu menjadi minuman pilihannya sehari-hari. Dukungan keluarga menjadi energi terbesarnya, terutama dari kedua orang tua yang selalu memberi semangat.
Di luar sepakbola, Faiz juga punya mimpi ingin menjadi polisi. Perjalanan Faiz masih panjang. Namun dari kerja keras, ketekunan, dan prestasi yang sudah ia raih, harapan besar tumbuh.
Berharap suatu hari nanti, Faiz tak hanya menjadi pemain hebat, tetapi juga sosok yang mampu menginspirasi anak-anak lain untuk berani bermimpi. Karena bagi Faiz BP, sepak bola bukan sekadar permainan melainkan jalan hidup yang penuh nilai, disiplin, dan kebersamaan. (Nadhiroh/*)












Komentar