Portalika.com [SOLO] – Bermula dari keresahan gara-gara sulit mencari tempat berlibur nyaman saat liburan, pasangan muda Ashab Al Kahfi dan Nadya Larasmita membangun vila di Desa Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng yang tak jauh dari Kota Solo
Diharapkan vila itu bisa menjawab keresahan masyarakat yang ingin berlibur dengan nyaman tanpa harus jauh-jauh ke luar kota.
“Sebenarnya vila ini kami bangun agar kami bisa menikmati liburan dengan nyaman tanpa harus ke luar kota. Karena biasanya kami menghabiskan liburan ke luar kota seperti ke Bali atau ke luar pulau untuk staycation,” ujar pemilik vila, Nadya Larasmita kepada awak media ketika syukuran peresmian vila di Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Minggu, 23 Februari 2025 sore.
Baca juga: Panggung Katabunyi 2024: Ekspresi Musik Dan Literasi Seni Di Teater Gendon Humardhani
Menurut dia pembangunan vila dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi yang dilengkapi kolam renang ini tak lepas dari hobinya berenang. Namun karena Nadya yang berhijab ini kadang kurang nyaman berenang di tempat umum maka dia berinisiatif membangun sendiri kolam yang nyaman.
Sebab ketika dia berenang dan pakaian basah dia mengaku risih dilihat banyak orang. Selain itu jika dia berenang di tempat umum kadang baru berenang sudah bertabrakan dengan orang lain yang juga berenang di tempat sama. Karena itu dia harus memilih tempat staycation yang terjaga privasinya dan biasanya ditemukan di vila.
Hal lain yang menjadi alasan pembangunan vila dengan kolam renang sebab biasanya gen Z menyukai vila yang privat pool. “Tapi untuk berenang kok agaknya prizy. Kok hanya berenang saja harus menyewa vila yang harganya Rp1 juta sampai Rp2 juta ke atas,” papar Nadya.
Karena itu dia dan Ashab suaminya timbul pemikiran agar bisa berenang tapi tanpa mengeluarkan banyak uang. Untuk itu pasangan muda ini berinisiatif membangun vila sehingga ketika ingin staycation setiap waktu bisa berenang sepuasnya.
Selain itu kalau mereka sudah bosan memanfaatkannya bisa disewakan sehingga bisa menutup beaya yang sudah dikeluarkan. Sedangkan alasan membangun vila di Gedongan karena mereka tak ingin jauh dari tempat tinggal.
“Ketika berlibur kami juga tidak mau jauh dari tempat tinggal, paling rumah saya hanya lima menit dari sini. Sebagai pasangan muda yang sibuk untuk bersantai bersama keluarga maka ingin membuat tempat tak jauh dari tempat tinggal yang nyaman,” ujar Nadya tanpa menyebut di mana tempat tinggalnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan ternyata di Solo belum banyak vila privat pool dengan bangunan agak besar dan enak untuk berenang, sehingga dia memutuskan membuat vila tersebut. Selain untuk kepentingan pribadi juga untuk menambah destinasi wisata di sekitar Solo.
Menyinggung konsep Anvilla dia menyatakan lebih ke tropikal, karena dirinya lebih suka ke alam. Karena itu material yang digunakan terdiri atas batu, kayu, air, tanaman dan sebagainya. “Kalau tempat yang dominan putih ini konsepnya lebih pada ke bohemian.”
Menurut dia anak muda sekarang cenderung lebih suka sesuatu yang etnik, serba putih dan bersih. Oleh sebab itu pihaknya membangun vila dengan dua tema sehingga setiap kamar dibikin tema berbeda.
Sebenarnya vila ini juga merupakan hadiah untuk anaknya karena anaknya yang masih kecil sempat sakit dan tidak boleh keluar rumah. Karena itu dia membuatkan vila untuk buah hatinya tersebut agar bisa berenang sepuas hati tanpa perlu berinteraksi dengan masyarakat luas lebih dulu.
Dengan demikian anak senang tapi privasi dan imunitasnya tetap terjaga. Dia menjelaskan luas bangunan setiap unit berkisar 120 meter persegi sampai 150 meter persegi. Diakuinya vila ini memang merupakan bisnis pertama yang mereka geluti. Ini tak lain dilandasi karena sulit mencari vila harga murah dengan kolam renang lebar dan dalam.
Mungkin, ujar Nadya, banyak vila tapi kolam renangnya kecil dan harganya di atas Rp2,5 juta. Sehingga untuk sekadar berenang dinilai terlalu mahal. Untuk itu mereka membuat kolam renang pribadi di vila dengan harga murah tapi dengan kolam renang yang pas untuk berenang.
Menyinggung pangsa pasar yang dibidik dia mengakui semula untuk pasangan muda. Namun belakangan ternyata dia mendengar keluhan temannya yang sudah mempunyai anak ingin berlibur ternyata repot mencari vila. Karena itu dia menata vila dengan dua kasur hingga bisa digunakan untuk orang tua dan anak.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Ghav Villa dan Anvilla yang berada dalam satu bangunan ini dibangun dengan konsep berbeda. Dua vila ini dibangun terpisah namun berdekatan satu sama lain. Untuk tarif sewa vila, pihaknya mematok Rp1,2 juta sampai Rp2 juta satu malam.
Manajer kedua vila, Shuma Prada mengatakan pembangunan vila dengan lingkungan persawahan dekat Kota Solo ini untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan yang ingin berlibur dekat Kota Bengawan. Faunder platform pengelolaan ekosistem vila di Indonesia bernama Agria.id yang juga putra almarhum pelawak asal Solo, Mamiek Prakosa ini berharap keberadaan vila tersebut bisa menunjang fasilitas wisata di Solo Raya. (Iskandar)












Komentar