Portalika.com [WONOGIRI] – Di balik Gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tirtomoyo yang biasanya identik dengan pelayanan administrasi pernikahan dan keagamaan, ada pemandangan yang tak biasa. Hamparan hijau berbagai tanaman pangan menyambut setiap pengunjung yang datang.
Siapa sangka, halaman KUA kini berubah menjadi kebun kecil yang penuh kehidupan, simbol nyata dukungan terhadap ketahanan pangan lokal.
Berawal dari lahan sempit di sekitar kantor, Abdul Rohman, salah satu pegawai KUA Kecamatan Tirtomoyo, memiliki gagasan sederhana bagaimana memanfaatkan setiap jengkal tanah agar lebih produktif dan bermanfaat.
Dari ide itulah lahir program ketahanan pangan di halaman KUA, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari tempat kerja sendiri, dari halaman yang seringkali kita abaikan,” ujar Abdul tersenyum.
Di lahan yang tak seberapa luas itu, tumbuh subur beragam tanaman produktif. Ada terong ungu, tomat, bayam, dan sawi yang hijau segar, siap dipanen. Tak ketinggalan ubi jalar dan ketela pohon sebagai sumber karbohidrat alternatif yang mudah ditanam dan tahan lama.
Sementara di sisi lain halaman, serai dan sirsak menambah kesan asri. Serai bukan hanya bumbu dapur, tetapi juga pengusir hama alami yang ramah lingkungan. Sedangkan sirsak, dengan buah dan daunnya yang kaya manfaat, menjadi tanaman favorit banyak pegawai dan warga yang sering berkunjung.
Lebih dari sekadar kebun, inisiatif ini adalah gerakan kecil menuju kemandirian pangan. Di tengah isu global tentang krisis pangan dan perubahan iklim, langkah sederhana dari KUA Tirtomoyo ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami berharap kebun kecil ini bisa menjadi contoh. Bahwa siapa pun bisa menanam, di mana pun tempatnya. Tidak harus punya lahan luas untuk berkontribusi pada ketahanan pangan,” tambah Abdul.
Program ini juga membawa misi edukatif. Melalui kegiatan penanaman dan perawatan bersama, pegawai KUA dan masyarakat sekitar belajar tentang pengelolaan lahan berkelanjutan, pemanfaatan limbah organik, serta pentingnya urban farming sebagai solusi cerdas menghadapi tantangan pangan masa depan.
Kini, halaman samping dan belakang KUA Tirtomoyo bukan hanya sekadar lahan kosong dan ruang hijau biasa. Ia telah menjelma menjadi simbol kemandirian dan harapan, tempat di mana kerja keras dan kepedulian tumbuh berdampingan, menumbuhkan bukan hanya sayuran tapi juga semangat untuk hidup lebih berdaya dan mandiri. (Hartatik/*)
Editor: Triantotus












Komentar