Hari Pertama Hasilkan 18 Emas, Kontingen Indonesia Duduki Peringkat Kedua ASEAN Para Games 2025

banner 468x60

Portalika.com [NAKHON RATCHASIMA, THAILAND] – Kontingen Indonesia mengukir awal yang impresif pada hari pertama penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025. Dengan perolehan 18 emas, 25 perak, dan 14 perunggu, Indonesia untuk sementara ini mengunci peringkat kedua klasemen.

Sejak sesi perlombaan pagi, kontingen Indonesia langsung tancap gas dalam mendulang medali demi medali. Cabang olahraga (cabor) para balap sepeda Indonesia membuka pundi-pundi medalinya dengan mempersembahkan tiga emas dan dua perak.

banner 300x250

Sementara itu, cabor para renang sukses menjadi kejutan pada hari pertama. Sebab, ada total enam medali emas, delapan perak, serta dua perunggu yang berhasil direbut Abdil Majid Rahman dan kawan-kawan pada hari pertama.

Dari cabor para angkat berat, Indonesia mendapatkan sumbangsih sebanyak satu emas dan satu perak. Sedangkan pada perlombaan terakhir yang berlangsung dari sore hingga malam hari, para atletik sukses mencatatkan 8 emas, 13 perak, 6 perunggu.

Dengan capaian ini, Indonesia hanya tertinggal dari Thailand yang berada di puncak klasemen, dengan koleksi 23 emas, 18 perak, 20 perunggu. Indonesia unggul atas Vietnam yang berada di peringkat ketiga dengan perolehan 8 emas, 5 perak, 6 perunggu.

Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, memberikan apresiasi sekaligus ungkapan rasa bangga dengan prestasi yang diukir oleh para atlet pada hari pertama ajang ASEAN Para Games 2025.

“Di hari pertama ASEAN Para Games 2025 sudah mendapatkan medali sebanyak itu, bagi saya, sudah Alhamdulillah,” kata Reda saat ditemui di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium, Rabu, 21 Januari 2026 malam WIB.

Menurut Reda, pencapaian ini tidak hanya membuktikan kesiapan Indonesia dalam bersaing secara ketat di ASEAN Para Games 2025, tetapi juga bakal menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lain yang akan bertanding pada Kamis besok.

“Ini akan menambah semangat para pemain-pemain yang besok turun ke lapangan. Seperti hari ini, di sepak bola cerebral palsy, saat mendengar rekan-rekannya mendapatkan medali emas, mereka senang sekali,” ujar Reda.

Reda memastikan timnya akan terus fokus mengawal perjuangan para atlet. Sebab, dibutuhkan pendampingan yang ekstra maksimal agar mereka bisa tampil optimal di gelanggang perang.

“Saya harap atlet harus tetap menjaga semangatnya untuk hari kedua. Karena, dengan semangat dan kebersamaan ini, mereka bisa bertanding tanpa beban. Kami akan berusaha untuk menjaga mental atlet tetap optimal,” imbuhnya. (Ariyanto/*)

Komentar