ICFS di Malaysia, Integrasi AI Perlu Diimbangi Peningkatan Literasi Digital Dari Dosen dan Mahasiswa

banner 468x60

Portalika.com [KUALA TERENGGANU, MALAYSIA] – Dosen Prodi Ekonomi Syariah yang juga Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri, Devina Melinawati, SPd, MPd turut berperan aktif dalam International Conference on Fundamental Studies (ICFS) 2025 Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Konferensi itu bertajuk AI Integration in Higher Education: Navigating Tradition and Transformation (Integrasi AI dalam Pendidikan Tinggi: Mengemudi Tradisi dan Transformasi).

banner 300x250

Konferensi di Meeting Room FUPL UniSZA pada Kamis, 9 Oktober 2025 itu mengusung tema besar AI Integration in Higher Education: Navigating Tradition and Transformation (Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Tinggi: Mengemudi Tradisi dan Transformasi).

Devina Melinawati menyoroti bagaimana AI mampu meningkatkan fungsi akademik di berbagai bidang perguruan tinggi. Ia memaparkan enam domain utama di mana AI dapat memperkuat kinerja akademik, mulai dari pengembangan ide hingga etika riset, sebagaimana disampaikan oleh Khalifa & Albadawy (2024). Keenam domain tersebut meliputi:

  1. Idea Development and Research Design – AI membantu proses perumusan ide, identifikasi kesenjangan literatur, dan perencanaan penelitian.
  2. Content Development and Structuring – AI mendukung penulisan akademik, penyusunan materi, hingga integrasi multimedia dalam presentasi.
  3. Literature Review and Synthesis – AI mempercepat proses pencarian, analisis, dan sintesis literatur ilmiah.
  4. Data Management and Analysis – AI mempermudah pengelolaan data, analisis statistik, dan visualisasi hasil penelitian.
  5. Editing, Review, and Publishing Support – AI meningkatkan efisiensi dalam penyuntingan naskah dan proses publikasi ilmiah.
  6. Communication, Outreach, and Ethical Compliance – AI memperkuat diseminasi hasil riset, komunikasi akademik, serta penegakan etika penelitian.

“Kecerdasan buatan membawa peluang besar dalam meningkatkan kualitas riset dan pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, penting bagi institusi untuk memastikan penerapan AI dilakukan secara etis, transparan, dan sesuai dengan prinsip akademik,” ungkap Devina.

Ia juga menekankan transformasi digital di dunia pendidikan harus diiringi dengan penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, AI bukan hanya alat bantu administratif, tetapi juga instrumen strategis dalam mendukung inovasi akademik dan pengambilan keputusan berbasis data di kampus.

Lebih jauh Devina menilai integrasi AI perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital di kalangan dosen dan mahasiswa. “AI akan efektif jika penggunaannya disertai dengan pemahaman yang matang tentang etika, keamanan data, dan tanggung jawab ilmiah,” tambahnya.

Partisipasi Staimas Wonogiri dalam ICFS 2025 menjadi bukti nyata komitmen lembaga ini dalam mengembangkan kolaborasi internasional serta memperkuat perannya dalam diskursus global mengenai pendidikan tinggi berbasis teknologi dan nilai-nilai etis. (Nadhiroh)

Komentar