Portalika.com [DEMAK] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 141 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program Perancangan Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Berbasis Thermoelectric Generator untuk Pemanfaatan Panas Sampah Menjadi Energi Listrik di SMP Negeri 3 Mranggen, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai permasalahan sampah sekaligus mengenalkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui teknologi sederhana.
Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT-141 Undip memperkenalkan bahwa sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Kegiatan dilaksanakan melalui perancangan prototipe PLTSa sederhana yang memanfaatkan panas sebagai sumber energi. Berbeda dengan PLTSa pada umumnya yang memanfaatkan panas untuk menghasilkan uap dan menggerakkan turbin, prototipe ini menggunakan Thermoelectric Generator (TEG) untuk mengubah perbedaan suhu menjadi energi listrik.
Dalam proses kerjanya, salah satu sisi Thermoelectric Generator (modul Peltier) menerima panas, sedangkan sisi lainnya memiliki suhu yang lebih rendah. Perbedaan suhu tersebut kemudian dikonversikan menjadi energi listrik.
Prinsip kerja ini memungkinkan panas dari proses pembakaran pada prototipe dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dalam skala sederhana.
Selain perancangan prototipe, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 3 Mranggen mengenai permasalahan sampah, energi baru terbarukan, konsep PLTSa, serta prinsip kerja modul Peltier.
Melalui demonstrasi prototipe secara langsung, siswa dapat melihat proses perubahan energi panas menjadi energi listrik.
Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau. Meskipun energi listrik yang dihasilkan masih dalam skala kecil, prototipe ini menjadi media pembelajaran untuk menunjukkan bahwa panas dapat dimanfaatkan dan dikonversikan menjadi energi listrik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT-141 Universitas Diponegoro berharap siswa SMP Negeri 3 Mranggen dapat meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta memahami pentingnya inovasi dan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (*)
Editor: Triantotus












Komentar