Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi tinggi kepada organisasi dan komunitas lingkungan yang konsisten berkontribusi dalam menjaga kelestarian sungai melalui aksi nyata.
Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan penuangan eco enzyme di kawasan Jembatan Pasar Gedhe Serambi/Selasar Selatan, yang menyasar aliran Sungai Kali Pepe dan Kali Anyar, Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Lions Club International bersama Lions Club Solo Penawa, Solo Putri, Solo Mustika, dan Solo Meraki ini menjadi bagian dari gerakan global bertajuk Lions Clubs International Environmental Service atau Week of Service Environment, yang dilaksanakan serentak di berbagai negara dengan fokus pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid menegaskan kegiatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk aksi konkret dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari Lions Club dan seluruh komunitas yang terlibat. Ini bukan sekadar wacana, tetapi aksi langsung yang berdampak bagi lingkungan, khususnya kualitas air sungai di Kota Surakarta,” ujarnya.
Eco enzyme yang dituangkan merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik seperti sisa makanan dan kulit buah. Inovasi ini dinilai sebagai solusi alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus mampu membantu memperbaiki kualitas air.
Astrid menambahkan, pengelolaan sampah berbasis inovasi dan partisipasi masyarakat sangat penting, mengingat sekitar 70 persen komposisi sampah di Kota Surakarta merupakan sampah organik.
“Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai, justru bisa diolah menjadi eco enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan. Ini perlu terus didorong dan dikembangkan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Surakarta juga mendorong peran aktif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengoptimalkan pemanfaatan eco enzyme sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berkelanjutan
Selain itu, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan PDAM, akan diperkuat untuk memastikan kualitas air tetap terjaga melalui riset dan pengembangan berkelanjutan.
Astrid turut menyoroti kondisi sungai di Kota Solo yang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di kawasan bantaran yang padat penduduk. Di sisi lain, sungai juga memiliki potensi sebagai ruang publik dan destinasi wisata, seperti di kawasan Kali Pepe yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
“Menjaga kebersihan dan kualitas sungai menjadi sangat penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk mendukung potensi wisata kota,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Surakarta menilai program penuangan eco enzyme ini sebagai langkah awal yang memiliki dampak jangka panjang. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin luas ke depannya,” ujar Astrid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian sungai semakin meningkat, sejalan dengan komitmen Kota Surakarta menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ariyanto)












Komentar