Portalika.com [WONOGIRI] – Dalam upaya memperkuat peran Palang Merah Remaja (PMR) sebagai generasi penerus gerakan Palang Merah Indonesia (PMI), PMR Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan Jumbara PMR 2023. Kegiatan berlangsung tiga hari sejak 27 hingga 29 Oktober 2023 dihelat di Lapangan Desa Made, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri.
Dengan tema Palang Merah Remaja Cerdas, Kreatif, Tangguh, dan Berkarakter, Jumbara PMR 2023 menjadi ajang evaluasi pembinaan dan pengembangan PMR di tingkat kabupaten. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan peran aktif PMR secara terpadu dan berkesinambungan, memperkuat karakter kepalangmerahan, serta meningkatkan ketangguhan dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Melalui pendekatan keterampilan hidup, peserta Jumbara PMR diajak untuk menjadi pendidik sebaya yang mampu memberikan pertolongan pertama, merawat keluarga, memimpin dengan bijaksana, dan siap siaga menghadapi bencana.
Baca juga: Ribuan PMR Kabupaten Pasuruan mengikuti Jumbara Ke-16
Salah satu momen penting dalam Jumbara PMR adalah pemilihan tanggal 28 Oktober, yang dipilih untuk mengenang semangat juang para pemuda sebagaimana dicetuskan dalam Sumpah Pemuda. Tanggal ini juga menjadi simbol semangat dan dedikasi PMR untuk terus menjaga kebersamaan, keberagaman, serta kekompakan antar adat, budaya, suku, dan agama.
Kepala Markas PMI Cabang Wonogiri, Warjo, mengatakan sejak pandemi covid-19 melanda beberapa tahun lalu, kita semua telah merasakan betapa sulitnya kehidupan tanpa bantuan dan dukungan sesama manusia. “Seluruh kegiatan kita terbatas oleh protokol kesehatan yang sangat ketat, bahkan berkerumun dalam kegiatan belajar mengajar pun menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan.”
Namun, ujarnya, kita semua adalah saksi betapa gigihnya semangat kepalangmerahan yang terus berkobar dalam diri manusia. “Untuk itu, mari bersama-sama kita gelorakan semangat, bangkit kembali, dan beraktivitas dengan penuh semangat. Meskipun kita harus menjalani kehidupan dalam situasi yang berbeda, kita tetap memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga kesehatan, baik diri kita sendiri maupun orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.
Menurutnya, pandemi telah mengajarkan kita untuk lebih menghargai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. “Mari kita terus mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan, dan menghargai keberagaman antar adat, budaya, suku, dan agama. Dalam kebersamaan inilah kita akan semakin kuat, bersatu, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.” (Thamrin)












Komentar