Portalika.ocm [SURAKARTA] – Kehadiran sejumlah pesohor pendukung film Sosok Ketiga: Lintrik (SKL) saat gala premier di gedung bioskop Cinema XXI Solo Paragon, Selasa, 4 November 2025 malam, membuat puluhan anak baru gede (ABG) histeris.
Para ABG ini beteriak histeris memanggil-manggil artis Luna Maya, Aulia Sarah, Adinda Thomas, Saputra Kori saat hadir menyapa para penggemar di Solo Paragon.
Tak kurang puluhan ABG berdesakan mengacungkan gadget masing-masing merekam kahadiran para pesohor yang berjalan menyapa penonton ke beberapa studio.
“Hallo Kak Luna, Kak Andin, Kak Aulia, Kak Kori. Selamat datang di Solo…,” teriak sejumlah ABG histeris sambil merekam para pesohor tersebut.
Menanggapi teriakan histeris penonton tersebut para pesohor yang dikawal ketat sejumlah petugas keamanan Paragon, melambaikan tangan sambil tersenyum. Sejumlah penonton juga memanfaatkan kehadiran para pesohor untuk foto bersama saat di dalam studio ketika film akan dimulai.
Sementara sore hari saat media gathering dan konferensi pers di Istana Batik Keris Solo kawasan Purwosari, Laweyan, Produser Eksekutif film SKL, Luna Maya menyambut baik pemutaran perdana film SKL di Kota Solo.
Dia berharap pemutaran perdana film di Kota Solo ini membuat warga antusias. “Mudah-mudahan Kota Solo menjadi salah satu pelopor paling ramai bioskopnya. Di tengah perfilman kita sedang lesu semoga dengan penayangan film Lintrik ini bisa mendogkrak kembali jumlah penonton, sehingga mereka menyerbu nonton bioskop kembali,” ujar dia.
Luna berharap film Indonesia berjaya kembali dan film SKL diharapkan bisa menjadi pendongkrak penonton untuk datang kembali menonton bioskop.
“Mudah-mudahan filmnya bisa diterima, saya percaya filmnya sangat berpotensi dan sangat bagus, pemain dan sutradaranya luar biasa. Secara konten saya sangat percaya diri bahwa film ini bisa menjadi tontonan menghibur, menarik dan bisa memberi kesan untuk diperbincangkan masyarakat luas,” kata dia.
Sedangkan Produser Film SKL, Agung Saputra mengatakan filmnya dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia mulai 6 November 2025. Karenanya dia mohon doa restu penonton memenuhi seluruh bioskop di Indonesia.
“Pemutaran SKL di Solo Paragon merupakan gala premier dan kami mohon teman-teman media mereview dan menayangkan di media masing-masing, semoga Solo menjadi kota yang keren,” papar dia.
Menurut dia Film SKL ini merupakan produksi ke sekian kali. Sebelumnya dia juga telah memroduksi film berjudul Sosok Ketiga yang sudah tayang dengan jumlah penonton lebih dari 1,1 juta. Karena film ini dinilai bagus dia bikin sekuelnya. Tapi SKL ini merupakan stand alone sehingga ceritanya berdiri sendiri.
Datangi Dukun Lintrik Di Banyuwangi
Agung menjelaskan ide cerita film Lintrik ini diperoleh ketika berjalan-jalan di Banyuwangi. Ketika dia tanya teman, mistis di Banyuwangi yang kuat sehingga bisa diangkat menjadi film, temannya memberi tahu bahwa di Banyuwangi banyak dukun lintrik semacam aji puter giling.
“Kalau suaminya nggak pulang biar bisa pulang maka dilintrik, ditolak pacar pun bisa dilintrik. Wah ini menarik dan seluruh Indonesia pasti tau puter giling. Tapi kalau lintrik kan belum tentu tahu,” papar Agung.
Lalu ketika dia datang ke dukun lintrik sempat kaget. Sebab di piring ternyata banyak foto-foto orang yang sudah dilintrik. Selanjutnya, Agung mengundang penulis naskah, Fidya T Ariestya untuk bikin film berjudul Lintrik. Untuk itu Agung menyuruh Fidya riset dulu dan akhirnya jadi film SKL ini.
Film ini tidak hanya menyuguhkan hal yang medeni, tapi ada komedi, horor dan sebagainya pokoknya gado-gado. Jadi ketika menonton seperti orang naik roller coaster, tidak hanya melulu menyuguhkan yang menakut-nakuti.
Sehingga mereka yang sudah nonton ketika keluar dari bioskop parasaannya kayak campur aduk, happy. Kesan yang mau disampaikan adalah jangan cepat menyimpulkan segala sesuatu. Karena yang dipikirkan ternyata tidak seperti yang dipikirkan.
“Kadang manusia itu lebih menakutkan daripada setan. Karena ketika sedang sakit hati manusia bisa melakukan apapun yang di luar nalar manusia,” tegas dia.
Sedangkan Penulis Naskah Fidya T Ariestya mengatakan proses penulisan naskah SKL cukup panjang. Tapi dia yakin hasilnya pasti akan bisa memuaskan mereka yang menonton.
“Karena SKL di klaim film yang komplet, sebab tidak hanya horor yang menakut-nakuti saja secara visual, tapi juga secara psikologis, komedinya juga dapat dan pasti menghibur penonton semua,” ungkap dia.
Istana Batik Keris Bersejarah
Di bagian lain Komisaris Utama PT Batik Keris, Lina Handianto mengatakan Selasa itu merupakan hari bahagia baginya. Sebab dia bisa bertemu dengan sahabat-sahabatnya.
“Ini ada Ibu Wawali, Astrid, Gusti Rus dari Mangkunegaran, dan sahabat saya Luna Maya. Saya juga menjadi sahabat Mas Agung sahabat-sahabatnya,” katanya.
Dia berpendapat film SKL ini memang seru dan menarik karena ada lucunya. Yang justru menarik adalah alur ceritanya yang tidak bisa ditebak.
Dia juga berterima kasih kepada Agung dan kawan-kawan yang memakai Istana Batik Keris Solo untuk konferensi pers. Karena tempat ini dinilai punya sejarah keluarga tersendiri.
“Batik Keris di sini sejak generasi pertama tahun 1900 sampai almarhum suami saya, generasi keempat, lalu ke anak saya generasi kelima. Kita terus mengerjakan batik itu karena sudah menjadi passion bagi keluarga kami,” papar dia.
Dia berharap batik yang merupakan budaya Indonesia dan juga film Indonesia harus dicintai sendiri. Dia juga berterima ksih kepada media karena Istana Batik Keris yang digunakan untuk konferensi pers ikut terpublikasikan. (Iskandar)












Komentar