Keluarga Pasien Begitu Kritis. Pastikan Pelayanan Baik Dan Tanya Ke Perawat Secara Deteil

banner 468x60

Portalika.com [MADIUN] – Program studi (prodi) Kebidanan D3 Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) yang akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menyerahkan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke RSI Aisyah Kota Madiun.

Serah terima mahasiswa PKL Kebidanan D3 Ummad dilaksanakaan di Ruang Pertemuan RSI Siti Aisyah, Kota Madiun di Lantai 3 Gedung Mas Mansyur.

banner 300x250

Dalam kesempatan tersebut, pihak Prodi Kebidanan D3 Ummad dihadiri Sekretaris FIK Ummad, Ruri Narulita Sari, SST, MKes, Kaprodi Kebidanan, Nisa Ardhianingtyas, SST, MKes serta mahasiswa Kebidanan yang akan menjalani PKL.

Baca juga: R Moerdjoko: Percuma Sahkan Banyak Warga, Tidak Ada Prestasi

Sementara dari pihak RSI Siti Aisyah Kota Madiun hadir Kabid Keperawatan Istiyono Wahyu Untoro, SKes, Ners didampingi Kasie Keperawatan 1, Karu Fatiman dan Koordinator Ruang Ferina.

Sekretaris FIK Ummad, Ruri Narulita Sari, SST, MKes menyampaikan apreasiasi kepada RSI Siti Aisyah yang bersedia menerima mahasiswa Prodi Kebidanan Ummad menjalani PKL.

“Sebelum mengikuti PKL ini, mahasiswa kami sudah melakukan ujian praktikum Ketrampilan Dasar Kebidanan di prodi,” kata Rury.

Ruri juga menyampaikan Prodi Kebidanan telah membuat buku target PKL yang digunakan untuk penilaian praktek mahasiswa Kebidanan Ummad dan nanti agar dapat disetujui kepala ruang.

“Buku target ini untuk disetujui kepala ruang berisi tugas lahan para mahasiswa. Untuk selanjutnya kami serahkan para mahasiswa kami untuk praktik disini. Mohon bimbingan serta arahan kepada mahasiswa kami,” terang Rury.

Sementara itu, Kabid Keperawatan RSI Siti Aisyah Kota Madiun, Istiyono Wahyu Untoro mengapresiasi RSI Siti Aisyah menjadi tempat praktik lapangan bagi mahasiswa Prodi Kebidanan Ummad dimana hal ini tentu sebagai bentuk kepercaraan kepada pihak rumah sakit.

“Kami sangat senang karena RSI Siti Aisyah Kota Madiun dijadikan sebagai lahan praktik adik-adik dari Kebidanan Ummaf. Kami senang bisa membantu untuk membesarkan Ummad,” ujar Istiyono.

Istiyono menekankan kepada mahasiswa Kebidanan Ummad yang berpraktik di RSI Siti Aisyah Kota Madiun harus menjaga marwah rumah sakit dengan memosisikan diri sebagai pihak rumah sakit serta menjaga etika.

“Harus menjaga marwah rumah sakit yang jadi lokasi praktik mahasiswa karena pasti keluarga pasien menganggap adik adik ini sebagai karyawan rumah sakit. Harus meejaga etika mana yang boleh dan tidak boleh disampaikan kepada pasien,” ujar Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana PDM Kota Madiun itu.

Istiyono menerangkan, sekarang ini, pasien rumah sakit begitu kritis. Keluarga pasien pasti akan bertanya ketika ada mahasiswa yang memberi pelayanan kepada pasien.

“Mereka bicara ‘Kok kita dibuat tempat praktik’. atau ‘Kita dikasih mahasiswa praktik, bukan bidannya yang datang. Banyak keluhan seperti itu. Mereka memfoto bahkan mem-video,” ujar Istiyono.

Untuk itu, Istiyono mahasiswa harus bertanya apapun hal-hal yang belum diketahui kepada perawat serta mempelajari prosedur yang dijalankan di rumah sakit.

“Harus bertanya apapun karena adik-adik ini masih awal praktik. Salah satu contohnya saat penanganan pasien kebidanan yang mungkin di semester 1 – 2 ada materi yang belum diajarkan. Itu yang harus ditanyakan,” terang Istiyono. (Pujoko/*)

Komentar