KKN UPGRIS Kelompok 51 Hadirkan Inovasi LOSIDA dan Tempat Sampah dari Jaring di Desa Tambakan

banner 468x60

Portalika.com [GROBOGAN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 51 Desa Tambakan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, menghadirkan program kerja unggulan di bidang lingkungan dan kebencanaan melalui pembuatan Lubang Sisa Makanan (LOSIDA) serta tempat sampah berbahan jaring.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah.

banner 300x250

Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dan gotong royong antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Tambakan. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah pembuatan LOSIDA (Lubang Sisa Makanan).

Program ini dirancang sebagai salah satu upaya untuk mengelola sisa makanan dan sampah organik agar tidak langsung tercampur dengan sampah lainnya.

Melalui LOSIDA, sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali dan diolah secara alami sehingga dapat membantu mengurangi timbulan sampah rumah tangga.

Selain itu, keberadaan LOSIDA diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Mahasiswa KKN Kelompok 51 turut melakukan persiapan dan pembuatan sarana LOSIDA dengan melibatkan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga proses pemasangan di lokasi yang telah ditentukan.

Tempat Sampah dari Jaring, Inovasi Sederhana dan Ramah Lingkungan

Selain LOSIDA, mahasiswa KKN Kelompok 51 juga membuat tempat sampah dari jaring dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah ditemukan. Tempat sampah tersebut dibuat sebagai sarana pendukung kebersihan lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Penggunaan jaring sebagai bahan utama membuat tempat sampah memiliki bentuk yang praktis dan memungkinkan masyarakat melihat isi sampah sehingga lebih mudah dalam melakukan pemilahan.

Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sarana kebersihan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Tambakan.

Membangun Kesadaran melalui Gotong Royong

Pelaksanaan kedua program unggulan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan sarana fisik, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Mahasiswa KKN Kelompok 51 berharap program LOSIDA dan tempat sampah dari jaring dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.

Keberlanjutan program menjadi bagian penting agar manfaat kegiatan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan Desa Tambakan.

Program lingkungan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi sederhana yang memiliki manfaat nyata.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan Desa Tambakan dapat terus menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. (*)

Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 51 Desa Tambakan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan

Editor: Triantotus

Komentar