Portalika.com [SRAGEN] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha kepada ibu-ibu PKK RT 11 Dusun Beku, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu yang dilaksanakan oleh Inayah Najwa Nur Jannah, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Kegiatan mengusung tema “Pembiasaan Memisahkan Keuangan Pribadi dan Keuangan Usaha untuk Mewujudkan Pengelolaan Keuangan yang Sehat dan Usaha yang Berkelanjutan.”
Kegiatan pada 18 Agustus 2026 dilaksanakan di Rumah Ibu RT 11 Dusun Beku dengan sasaran utama ibu-ibu PKK. Pemilihan sasaran tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, di mana sebagian ibu-ibu menjalankan kegiatan ekonomi produktif dari rumah, seperti toko kelontong, warung, penjualan makanan, jajanan, dan usaha rumahan lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan agar uang usaha tidak bercampur dengan uang pribadi dan kebutuhan rumah tangga.
Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diberikan pemahaman bahwa uang hasil penjualan tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai keuntungan. Sebagian uang tersebut masih merupakan modal yang perlu digunakan kembali untuk membeli stok barang, bahan baku, serta memenuhi biaya operasional usaha.
Oleh karena itu, pemisahan keuangan pribadi dan keuangan usaha diperlukan agar pelaku usaha dapat mengetahui jumlah modal, pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan yang diperoleh secara lebih jelas.
Materi juga membahas pentingnya melakukan pencatatan keuangan secara sederhana. Peserta diperkenalkan pada perbedaan antara modal, omzet, biaya, dan keuntungan serta diarahkan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha.
Selain itu, peserta diberikan contoh cara memisahkan uang usaha dan uang pribadi, seperti menggunakan tempat penyimpanan atau dompet yang berbeda maupun rekening terpisah apabila memungkinkan.
Tidak hanya ditujukan kepada ibu-ibu yang memiliki usaha, materi sosialisasi juga dapat diterapkan oleh peserta yang belum memiliki usaha. Pengelolaan keuangan rumah tangga dapat dilakukan dengan mencatat pendapatan dan pengeluaran, menentukan skala prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan kebutuhan yang tidak terduga.
Dengan demikian, pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha maupun kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mengenai pengelolaan keuangan.
Materi disampaikan secara komunikatif dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan uang hasil penjualan warung atau toko untuk kebutuhan rumah tangga.
Metode tersebut digunakan agar peserta lebih mudah memahami pentingnya menjaga modal usaha dan tidak mencampurkannya dengan kebutuhan pribadi.
Pelaksanaan kegiatan menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan waktu dan fasilitas presentasi. Sosialisasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan perkumpulan PKK yang memiliki agenda utama berupa arisan sehingga waktu penyampaian materi relatif terbatas.
Selain itu, kegiatan hanya menggunakan laptop tanpa layar atau LCD berukuran besar. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa menyederhanakan materi, memprioritaskan pembahasan yang paling relevan, serta menggunakan penjelasan verbal dan contoh praktis agar materi tetap dapat dipahami peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK Dusun Beku dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, sehat, dan terencana. Bagi pelaku usaha, pemisahan keuangan diharapkan dapat membantu menjaga modal serta mengetahui keuntungan secara lebih jelas.
Sementara bagi ibu-ibu yang belum memiliki usaha, materi dapat diterapkan untuk mengatur keuangan rumah tangga berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan mendukung terciptanya usaha yang sehat serta berkelanjutan. (*)
Editor: Suryono












Komentar