Kuliner Nusantara Jadi Tambahan Tenaga Atlet Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

banner 468x60

Portalika.com [DUBAI, UEA] – Kontingen Indonesia memperhatikan setiap detail faktor pendukung agar para atlet bisa meraih prestasi dalam ajang Asian Youth Para Games 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab. Salah satu faktor yang diperhatikan adalah sumber tenaga dari para atlet, yakni makanan.

Di penginapan yang ditempati atlet dan ofisial kontingen Indonesia, sejatinya sudah tersedia makanan untuk disantap dari waktu pagi, siang hingga malam. Namun, tim Indonesia menambahkan sumber energi para atlet dengan menghadirkan kuliner khas Nusantara.

banner 300x250

Tim Chef de Mission (CdM) Indonesia dibantu para anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Uni Emirat Arab setiap harinya menyediakan box berisi olahan khas Indonesia di venue delapan cabang olahraga yang diikuti Indonesia.

Manajer tim para bulutangkis Indonesia, Sapta Kunta Purnama, menyambut gembira inisiatif dari tim CdM dibantu PPI Uni Emirat Arab untuk menyediakan hidangan yang disukai para atlet selama mengikuti ajang Asian Youth Para Games 2025.

“Terkadang ketika mengikuti event di luar negeri, permintaan kami soal menu makanan ke panitia tidak selalu dipenuhi. Inisiatif yang luar biasa dari tim CdM Indonesia untuk menyiapkan kebutuhan penting ini, terutama ketika ada di venue latihan dan pertandingan. Adanya makanan-makanan khas Indonesia ini sangat membantu para atlet,” jelas Sapta Kunta saat ditemui di Etisalat Academy, Dubai, Selasa, 9 Desember 2025.

Hal yang sama juga diungkapkan atlet para bulutangkis Indonesia, Emilia As Syafa. Di Selasa pagi hari sebelum berangkat ke tempat latihan, Emilia dan rekan-rekannya dibuat lesu karena pihak penginapan tidak menyediakan nasi pada menu pagi.

“Bingung tadi pagi mau makan apa. Kan biasanya kalau pagi rata-rata orang Indonesia sudah makan nasi. Jadi tadi pagi seperti bingung mau makan apa,” ucap Emilia.

Makanya, ketika tiba di lapangan latihan dan menu makan siang dari tim CdM bersama PPI Uni Emirat Arab sudah tersedia, Emilia dkk langsung memakan tiga hingga empat suap nasi sebagai tambahan tenaga karena di pagi hari belum makan nasi.

Portalika.com/Ist

“Makanannya enak, ada sambalnya juga. Kan orang Indonesia paling senang kalau makan ada sambalnya. Tadi makan sedikit dulu sebelum latihan,” jelas atlet asal Kalimantan Selatan ini.

Tim Boccia Rutin Memasak
Tim boccia Indonesia lebih detail lagi mengenai pelayanan konsumsi. Mereka memiliki sosok Fadhilah Aisyah Salsabila yang memiliki tugas tambahan memasak menu-menu khas Tanah Air, di luar tugas utamanya sebagai asisten pelatih.

Pada hari Selasa, para atlet boccia mendapatkan menu sup ayam, rica-rica ayam, mie goreng dan nasi dari olahan beras yang sengaja dibawa dari Indonesia. Tak lupa sederet jajanan Indonesia, seperti kerupuk, keripik tempe, keripik bayam serta sosis kemasan.

Fadhilah Salsabilah mengatakan, bumbu-bumbu untuk memasak makanan tersebut sengaja dibawa dari Indonesia. Sementara untuk sayur, daging ayam dan telur ayam dibeli di Dubai.

“Setiap bertanding di luar negeri memang selalu memasak makanan Indonesia agar suasananya tetap sama seperti di negara sendiri. Temen-teman sukanya mie goreng, sup ayam, rica-rica dan nasi goreng,” kata Fadhilah Salsabilah.

Setiap hari Fadilah menyiapkan makanan-makanan tersebut mulai pukul 04.00 pagi. Ia biasanya meminjam dapur di tempat penginapan untuk mengolah bumbu dan bahan yang telah dipersiapkan.

“Harapannya dengan adanya masakan-masakan khas Indonesia ini para atlet bisa lebih bersemangat dalam berlatih dan bertanding,” tutur Fadhilah.

Masakan yang dihidangkan Fadhilah mendapat pujian dari salah satu atlet boccia, Muhammad Miftakhurrozaq Islamudin Al Haq. Atlet asal Kulonprogo ini menyukai rica-rica ayam buatan Fadhilah.

“Rica-rica ayamnya enak banget. Jadi sedikit mengobati rindu masakan-masakan yang biasanya ada di rumah. Latihannya jadi tambah semangat,” ujar Rozaq, sapaan akrabnya.

Di ajang ini, cabang olahraga boccia membidik satu medali perunggu. Staf pelatih boccia, Andrian Martgatha Kasih mengaku masih buta dengan kekuatan calon-calon lawan di ajang Asian Youth Para Games 2025.

“Kita masih buta untuk peta persaingan. Kita memanfaatkan sesi latihan untuk mengamati calon lawan-lawan kita juga. Ada satu dua nama yang sudah kita kenali saat mengikuti event di Thailand. Tetapi mayoritas masih muka-muka baru,” ungkap Andrian.

Atlet-atlet Indonesia akan mulai bertanding di Asian Youth Para Games 2025 pada Rabu, 10 Desember 2025 pagi. Di ajang ini, Indonesia yang memberangkatkan 56 atlet membidik empat emas, delapan perak dan sepuluh perunggu. (Ariyanto)

Komentar