Portalika.com [WONOGIRI] – Suasana meriah menyelimuti kawasan Dung Padusan, Dusun Nalangan, Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Minggu, 24 Agustus 2025. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Lomba Mancing Lele Padusan yang digelar oleh KTBN bekerja sama dengan kaffe Kang Mus Pacitan.
Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan warga Nalangan, serta wujud kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai.
Lomba dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB. Panitia menegaskan lomba hanya diperuntukkan bagi warga Nalangan, sehingga suasana kekeluargaan benar-benar terasa kental.
Menariknya, kegiatan ini lahir dari gagasan Mas Rowner kaffe Kang Mus Pacitan, yang dikenal sosok peduli lingkungan sekaligus penggerak kebersamaan warga. Ia menginisiasi lomba mancing ini agar warga tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian kali wader.
“Lomba ini bukan sekadar hiburan. Saya ingin warga bisa guyub rukun, seneng bareng, sekaligus sadar pentingnya menjaga sungai. Kalau ekosistem lestari, generasi mendatang juga bisa ikut menikmati,” ungkap Mas Rudi saat ditemui di lokasi acara.
Panitia menetapkan sejumlah aturan agar lomba berjalan adil dan tertib. Setiap peserta hanya diperbolehkan menggunakan satu pancing dan satu mata kail. Segala bentuk cara ilegal seperti ngebom, gogoh, atau menangkap langsung dengan tangan dilarang keras.

Demikian pula penggunaan jaring tidak diperbolehkan. Selain itu, panitia membebaskan jenis umpan yang dipakai peserta, sehingga kreativitas dan pengalaman memancing benar-benar diuji dalam kompetisi ini.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga membawa pesan penting mengenai kelestarian lingkungan. Panitia bersama Mas Rudi menyampaikan imbauan agar warga lebih peduli terhadap kondisi sungai, khususnya kali wader yang menjadi sumber kehidupan ekosistem di kawasan tersebut.
“Dengan adanya lomba mancing ini, kami berharap kali wader semakin lestari dan ekosistemnya tetap terjaga. Kami mohon kepada warga, jangan lagi ada yang menggunakan setrum atau potas di kali wader. Mari bersama-sama menjaga keseimbangan alam,” ujar panitia penyelenggara, Aji.
Selain membawa semangat menjaga alam, lomba ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan antarwarga. Banyak peserta datang bersama keluarga, menjadikan acara ini tidak hanya kompetisi, tetapi juga sarana rekreasi dan kebersamaan.
Kemeriahan lomba diwarnai dengan tawa riang para peserta, teriakan semangat ketika kail berhasil mengangkat lele, serta kebersamaan yang tercipta di sepanjang acara. (Lukman Ali Imron)
Editor: Triantotus












Komentar