Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar program Gerakan Peduli Limbah berupa pelatihan pembersihan minyak jelantah menggunakan arang untuk diolah menjadi lilin aromaterapi di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 ini diinisiasi oleh Laela Anggraeni, mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Diponegoro dan berkolaborasi dengan tim KKN-T Tim 160, kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.
Program ini merupakan salah satu kegiatan multidisiplin yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
Pelaksanaannya memanfaatkan arang kayu hasil pembakaran tradisional, yang biasa digunakan sebagai bahan bakar kompor di rumah-rumah warga Desa Kaliprau, sebagai penyaring utama minyak jelantah.
Minyak yang telah melalui proses penyaringan kemudian diolah menjadi lilin aromaterapi, produk kreatif yang memanfaatkan sumber daya lokal, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jual.
Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya memperoleh solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah sesuai potensi desa.
“Kami ingin masyarakat Desa Kaliprau bisa mengolah limbah organik sendiri dan memahami bahwa limbah bisa menjadi sesuatu yang bernilai bagi perekonomian dan kelestarian lingkungan,” ujar Laela Anggraeni, salah satu penggagas program pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Menurutnya, program ini dilaksanakan melalui praktik langsung, di mana peserta menyaksikan proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memahami potensi pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai peluang ekonomi kreatif.
Suasana antusias terlihat ketika warga saling membantu dan bertukar ide untuk mengembangkan produk ini menjadi peluang usaha baru di desa.
Salah satu warga, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. “Biasanya minyak jelantah langsung dibuang, sekarang kami tahu cara mengolahnya jadi lilin aromaterapi. Selain bisa dipakai sendiri, ini juga bisa dijual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Undip dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai jual. (*)
Penulis: Laela Anggraeni, mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Diponegoro
Editor: Triantotus












Komentar