Mahasiswa KKN Undip Bekali Generasi Muda Kaliprau Jurus Pemasaran Digital

banner 468x60

Portalika.com [PEMALANG] – Potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang terutama di sektor konveksi celana bahan, kini didorong untuk naik kelas.

Menjawab tantangan pemasaran yang masih tradisional, Tim KKN-T 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar program sosialisasi bertajuk ‘Strategi Pemberdayaan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Kaliprau’, Kamis, 7 Agustus 2025.

banner 300x250

Program ini secara khusus menyasar para pemuda desa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Pemilihan peserta ini bukan tanpa alasan. Mayoritas dari mereka adalah generasi muda berusia 16-25 tahun yang sudah terlibat langsung dalam UMKM keluarga dan dinilai lebih adaptif terhadap teknologi.

Suasana acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampak khidmat menyimak materi, bahkan banyak yang aktif mencatat. Momen menarik terjadi saat sesi tanya jawab, dimana para pemuda berebut mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dari pemateri.

Bagi yang berhasil menjawab dengan benar, tim KKN Undip telah menyiapkan souvenir berupa tumblr sebagai bentuk apresiasi.

Portalika.com/Ist

Dalam sosialisasi ini, Abdul Rafi Sudarso, mahasiswa program studi Ekonomi Universitas Diponegoro, membekali para pemuda dengan empat kunci utama agar produk mereka laris di pasaran digital.

Beberapa materi yang disampaikan meliputi cara menentukan keunikan produk (Unique Selling Point), pentingnya menggunakan kemasan dan label yang menarik, teknik mengambil foto produk yang bagus hanya dengan modal HP, serta strategi melayani pembeli dengan ramah dan cepat.

Meskipun program baru berjalan beberapa hari, dampaknya sudah mulai terasa pada perubahan pola pikir para peserta. Mereka kini lebih memahami pentingnya branding dan strategi pemasaran digital yang selama ini mungkin terlewatkan.

Salah satu peserta, Hamzah, anggota IPNU yang aktif membantu usaha konveksi ayahnya, mengaku mendapatkan wawasan baru. Ia bahkan terkadang memanfaatkan TikTok Shop untuk berjualan.

“Materi yang diberikan sangat bagus. Salah satunya seberapa penting kemasan produk yang kita berikan pada konsumen,” ujar Hamzah.

“Awalnya saya kira hanya dengan dibungkus pakai plastik supaya tidak bocor kena air selama pengiriman saja sudah cukup. Ternyata tidak, harus lebih dari itu supaya konsumen tertarik,” lanjutnya.

Bagi para mahasiswa KKN, program ini memberikan pelajaran berharga. Mereka menyadari betapa banyak UMKM lokal yang memiliki produk berkualitas namun terhambat oleh strategi pemasaran yang belum memadai, terutama di kalangan generasi yang lebih tua.

Tim KKN-T 160 Undip berharap, bekal pengetahuan ini dapat terus diterapkan oleh para pemuda Kaliprau. Dengan mengintegrasikan strategi pemasaran digital, UMKM lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke seluruh Indonesia melalui ekosistem toko online, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian desa. (*)

Penulis: Abdul Rafi Sudarso, mahasiswa program studi Ekonomi Undip Semarang

Editor: Triantotus

Komentar