Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Incinerator sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Nambangan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] — Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Desa Nambangan menghadirkan incinerator sederhana sebagai alternatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu, 16 Agustus 2026.

Program multidisiplin ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah yang masih ditemui di masyarakat, termasuk pembuangan sampah ke sungai dan pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat.

banner 300x250

Kondisi tersebut mendorong Tim II KKN Undip Semarang untuk memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah melalui pemanfaatan incinerator sederhana.

Incinerator yang diperkenalkan merupakan alat pembakaran sederhana dengan ruang pembakaran yang dirancang untuk membantu mengendalikan proses pembakaran sampah sehingga lebih terarah dibandingkan pembakaran secara terbuka.

Kehadiran alat ini diharapkan dapat mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) dengan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi volume sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali, khususnya sampah yang sesuai untuk dikelola melalui proses pembakaran.

Portalika.com/Ist

Penerapan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026 melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pengelolaan sampah yang tidak tepat terhadap lingkungan dan kesehatan, cara penggunaan incinerator, keunggulan, serta perawatan alat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat serta mendorong penggunaan incinerator secara aman, efektif, dan bertanggung jawab.

Mahasiswa juga memberikan gambaran mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembuatan incinerator. Informasi tersebut diberikan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan material dan biaya apabila di kemudian hari ingin membuat atau mengembangkan fasilitas serupa secara mandiri.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan incinerator yang dipandu oleh Enrico Fauzan.

Demonstrasi diberikan secara langsung untuk memperlihatkan tahapan penggunaan alat yang benar, mulai dari persiapan sampah hingga proses pembakaran.

Melalui demonstrasi tersebut, warga dapat melihat secara langsung bagaimana incinerator digunakan serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama pengoperasian.

Penjelasan mengenai penggunaan dan perawatan juga diberikan agar masyarakat dapat menjaga kondisi incinerator sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengesahan incinerator yang ditanda tangani oleh Suparno selaku Kepala Desa Nambangan, Hariz Akbar selaku Koordinator Desa Tim II KKN Undip, dan Aris Kelana selaku pemilik lahan tempat incinerator dibangun.

Tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi, Tim II KKN Undip juga menyiapkan modul bilingual dan website yang memuat materi mengenai incinerator dan pengelolaan sampah yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Modul tersebut dirancang secara kolaboratif oleh seluruh anggota tim dengan mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan dari program studi yang tergabung dalam kegiatan multidisiplin.

Materi kemudian dihimpun dalam sebuah website yang dirancang oleh Endika Aryandhi, sehingga informasi dapat diakses secara lebih praktis oleh masyarakat. Website tersebut memuat panduan mengenai incinerator, mulai dari pengenalan alat, manfaat dan keterbatasannya, jenis sampah yang dapat dikelola, pemilahan sampah, penggunaan, hingga perawatan.

Kehadiran media digital ini diharapkan dapat menjadi panduan yang tetap dapat diakses masyarakat meskipun kegiatan KKN telah selesai.

Kepala Desa Nambangan, Suparno, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa KKN Undip. Menurutnya, program tersebut menarik karena hadir sebagai alternatif yang dapat berjalan berdampingan dengan kebiasaan masyarakat yang telah ada.

“Saya suka dengan program ini karena tidak langung mengubah kebiasaan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat tetap bisa mengelola sampah seperti biasa, tetapi sekarang ada alternatif yang lebih terarah,” ujarnya.

Melalui program ini, Tim II KKN Reguler Undip Desa Nambangan berharap incinerator yang telah dibangun tidak hanya menjadi hasil fisik dari kegiatan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat.

Mahasiswa juga berharap pengetahuan yang telah diberikan melalui sosialisasi, demonstrasi, modul bilingual, dan website dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab. (*)

Penulis: Tim KKN-R Undip Desa Nambangan, Selogiri, Wonogiri

Editor: Triantotus

Komentar