Portalika.com [KLATEN] – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, akses informasi yang cepat dan transparan menjadi kunci, bahkan di tingkat desa. Namun, Desa Ngaran, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten mengalami kendala dalam mengelola website resminya yang tidak optimal dan jarang diperbarui. Menjawab tantangan ini, Femas Fermansyah Putra, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, melaksanakan program inovasi berupa pengelolaan website Desa Inovatif Lancar Administrasi (DILAN).
Program ini berfokus pada pengelolaan ulang website desa untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik dan literasi digital masyarakat. Selama masa KKN, Femas berhasil mengubah website yang sebelumnya kurang terkelola menjadi platform yang aktif dan informatif. Konten yang disajikan kini relevan dengan kondisi terkini, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan informasi penting.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Keberadaan website Desa Ngaran yang diperbarui ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan warganya. Masyarakat kini bisa dengan mudah mengakses informasi mengenai pelayanan publik, kegiatan pemerintahan, dan potensi desa secara lebih cepat dan akurat. Website ini tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga media promosi efektif untuk potensi lokal, seperti produk UMKM, pariwisata, dan kearifan lokal yang dimiliki Desa Ngaran.
Program ini juga membuka pintu bagi pihak luar untuk lebih mengenal potensi Desa Ngaran. Pemerintah desa dapat mengunggah agenda dan pengumuman resmi secara terbuka, memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat luas. Dengan demikian, Desa Ngaran diharapkan menjadi lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi, yang berujung pada pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa Unisri ini menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Keberhasilan program DILAN diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menerapkan digitalisasi serupa. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan pemerintahan desa yang modern, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.












Komentar