Portalika.com [SEMARANG] – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Indonesia sebagai negara yang berkembang menjadikan bidang UMKM sebagai fondasi utama dalam sektor perekonomian masyarakat.
Maula Khoirul Niam, mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mengatakan UMKM mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat dalam berkembang khususnya pada sektor ekonomi. UMKM secara tidak langsung mampu berperan dalam mengatasi masalah kemiskinan yang belum hilang dari Indonesia.
UMKM di Indonesia, ujarnya, sangat beragam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satu bisnis UMKM yang paling banyak diminati ialah bidang kuliner.
Baca juga: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 8 Berikan Pelatihan Microsoft Word Bagi Pelajar SDN Geritan
Berbekal inovasi dan kreativitas dalam menciptakan suatu makanan atau minuman dan modal yang tidak terlalu besar menjadikan bisnis ini terbilang cukup menjanjikan. Mengingat setiap hari semua orang membutuhkan makanan dan minuman sehingga bisnis tersebut memiliki banyak peluang untuk dikembangkan.
Mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 27 memilih untuk membuat Wedhang Ronde sebagai UMKM kuliner tradisional yang kaya akan cita rasa dan nilai-nilai budayanya.
Wedhang ronde bukan hanya sekadar minuman hangat, tetapi juga merupakan simbol kehangatan, kedekatan dan kebersamaan dalam budaya Indonesia.
Tak hanya sebagai warisan budaya kuliner, usaha wedhang ronde juga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Dengan mengolah bahan-bahan lokal menjadi produk bernilai tinggi yang diminati oleh masyarakat luas.
“Minuman ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan, tetapi juga dapat memberikan sensasi yang hangat dan menyenangkan, terutama saat disantap di malam hari atau di saat cuaca yang dingin,” katanya.
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27, ujarnya, mengadakan pelatihan UMKM pembuatan wedhang ronde pada Rabu, 6 Maret 2024 pukul 20.00 WIB. Pada saat pelatihan, antusiasme masyarakat Desa Kangkung, Semarang cukup besar sehingga banyak dari mereka yang menghadiri pelatihan di depan Balaidesa Kangkung.
Dalam pelatihan tersebut masyarakat tidak hanya dijelaskan mengenai cara membuat wedhang ronde saja, namun juga dijelaskan mengenai bagaimana mengembangkan potensi UMKM yang dapat dilakukan pada desa kangkung dengan memanfaatkan sumber daya yang terdapat pada desa tersebut. (Heris)












Komentar