Portalika.com [BOYOLALI] – Penyuluh Lapangan KB bersama kader Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (IMP) memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam pencapaian target penggunaan alat kontrasepsi terutama MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang).
Apalagi, seseorang menggunakan alat kontrasepsi beragam tujuan. Ada yang ingin menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan atau jarak kehamilan dan mengakhiri kehamilan.
Koordinator PLKB Kecamatan Sawit, Boyolali, Astrini Atharik, SKM memfasilitasi melalui kegiatan edukasi pada kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub-PPKBD, Senin, 16 Juni 2025 di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Sawit.
Narasumber Wahyuningsih, SST, MKes dari Stikes Estu Utomo menyampaikan materi dengan tema strategi memotivasi calon akseptor agar bisa memilih MKJP sebagai alat kontrasespsinya.
Sebanyak 28 kader antusias menyimak materi yang disampaikan dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait situasi kondisi di lapangan tentang MKJP yang tidak begitu diminati masyarakat.
Seperti diketahui bersama, masih banyak kendala yang dihadapi kader saat bertemu dengan calon akseptor di antaranya calon akseptor yang malu untuk pasang IUD, takut sakit saat pasang implant bahkan takut operasi kalau akan menggunakan alat kontrasepsi mantap (MOP dan MOW).
Salah satu kader, Tri Maryani menyampaikan pengalamannya jika memotivasi calon akspetor itu selalu dilakukan.
“Semoga berikutnya ada kegiatan story telling seperti materi yang disampaikan agar masyarakat punya gambaran steril itu seperti apa, bagaimana rasanya setelah operasi bahkan aktivitas setelah operasi yang tidak terganggu bisa diketahui dari akseptor yang sudah pernah melakukan tubektomi dan vasektomi,” ujarnya. (Nadhiroh/*)












Komentar