Portalika.com [KLATEN] – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian desa. Namun, banyak pelaku UMKM di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten masih kesulitan dalam mengelola keuangan usaha mereka. Menyadari tantangan ini, seorang mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Wahyu Sulistyawati, berinisiatif mengadakan pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana untuk UMKM Desa Gumul.
Acara yang merupakan bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Kelompok 41 ini dilaksanakan, Sabtu, 2 Agustus 2025 di Desa Gumul. Pelatihan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM setempat yang antusias untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam manajemen keuangan.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi di mana banyak UMKM desa yang mencampuradukkan keuangan pribadi dengan usaha, sehingga sulit memantau keuntungan dan kerugian.
Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada para pelaku UMKM agar dapat mengelola keuangan secara mandiri dan terstruktur.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup beberapa topik penting, yaitu:
- Konsep Dasar Pencatatan Keuangan UMKM: Memahami istilah dan prinsip dasar yang mudah diterapkan.
- Pentingnya Pencatatan Keuangan: Menyadari manfaat pencatatan keuangan untuk keberlangsungan dan perkembangan bisnis.
- Contoh Pencatatan Keuangan: Panduan praktis tentang cara membuat pencatatan keuangan sederhana
- Aplikasi Penunjang Pencatatan Keuangan: Mengenalkan beberapa aplikasi digital yang dapat mempermudah proses pencatatan.
- Tips dan Trik Keuangan UMKM: Berbagai kiat praktis untuk mengelola uang dengan lebih efektif.
Selain teori, Wahyu juga memberikan buku kas sederhana kepada setiap peserta. Buku ini diharapkan dapat menjadi alat bantu praktis bagi para UMKM untuk langsung mempraktikkan materi yang sudah diberikan, sehingga kebiasaan mencatat keuangan bisa terbentuk dan diterapkan secara konsisten.

Sesi pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar masalah keuangan yang sering mereka hadapi. Salah satu peserta, Erna, bertanya mengenai cara pencatatan keuangan umkm. “Mbak, carane nyatet keuangan tiap harine niku pripun sedangkan penghasilan saking usaha kan biasane entek nggo kebutuhan sehari-hari, ujung-ujung e entek nggo muter, ada saran e mboten,” ujarnya.
Wahyu kemudian menjelaskan dengan sederhana tentang pentingnya pencatatan dan bagaimana cara mencatat keuangan meski uang usaha dalam bentuk fisik sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari agar tidak terjadi kebingungan
Diskusi ini menunjukkan betapa relevannya materi yang disampaikan dengan kebutuhan nyata para pelaku UMKM di Desa Gumul. Momen tanya jawab ini tidak hanya menjadi wadah untuk menjawab kebingungan, tetapi juga sebagai sarana berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama untuk mengatasi tantangan dalam mengelola keuangan usaha.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Gumul dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik, lebih mudah mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan formal, serta mampu mengembangkan usaha mereka ke depannya.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu memajukan perekonomian di tingkat desa.
Lebih dari sekadar transfer ilmu, kegiatan ini juga memperkuat jalinan kemitraan antara dunia akademis dan masyarakat. KKN PPM menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata.
Diharapkan, ilmu yang telah disampaikan tidak berhenti pada hari ini, melainkan terus diaplikasikan secara konsisten oleh para pelaku UMKM demi kemajuan usaha dan kesejahteraan keluarga. (*)
Penulis: Wahyu Sulistyawati, mahasiswa Unisri Surakarta
Editor: Suryono












Komentar