Nilai Kurban Warga LDII Wonogiri Tahun 2025 Capai Rp12,2 M, Terkumpul 1.420 Ekor Hewan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Dana senilai Rp12,2 miliar terkumpul dari warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri di Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban 2025. Dana itu naik 8,29% disbanding setahun sebelumnya tahun 2024.

Nilai itu dihimpun dari 23 kecamatan atau pimpinan cabang (Pimca) karena Kecamatan Paranggupito dan Karangtengah belum terbentuk. Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD LDII Wonogiri, H Sutoyo, Jumat, 6 Juni 2025.

banner 300x250

Diajelaskan derdasarkan data yang dirilis DPD LDII Kabupaten Wonogiri hingga Jumat pukul 03.30 WIB, jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai 1.420 ekor terbagi atas hewan sapi sebanyak 525 ekor dengan nilai Rp10.591.675.000, hewan kambing Jawa sejumlah 847 ekor senilai Rp1.559.458.000 dan domba sebanyak 48 ekor senilai Rp101.620.000.

“Total keseluruhan nilai kurban tahun ini sebesar Rp12.252.753.000. Data ini masih bersifat dinamis dan diperkirakan akan terus bertambah hingga hari tasyrik berakhir karena di LDII berkurban sudah dibiasakan sejak dini yakni menabung sejak kecil,” ujarnya.

Sutoyo, menjelaskan keberhasilan ini bukan terjadi secara instan. Pihaknya sejak lama telah membudayakan semangat berkurban di tengah-tengah warga, bahkan sejak usia dini.

“Bagi kami, semangat berkurban itu seperti jiwa pejuang. Maka dari itu, anak-anak LDII sudah dilatih dan dibiasakan menabung sejak kecil khusus untuk berkurban. Kami tanamkan bahwa berkurban adalah kewajiban spiritual yang sangat besar nilainya,” ujar Sutoyo saat ditemui di Kantor DPD LDII Wonogiri.

Kebiasaan menabung itu diperkuat pengurus lainnya, H Joko Santosa, yang menyatakan pihaknya rutin memberikan motivasi dan mengingatkan kepada warga menjelang Idul Adha agar tetap semangat berkurban.

“Setiap tahun, kami lihat grafiknya selalu naik. Kami yakin ini karena pembiasaan dan pendekatan spiritual yang terus kami lakukan,” ujarnya.

Selain berkurban, ujarnya, warga LDII juga didorong untuk memaksimalkan ibadah lainnya yang berkaitan dengan Idul Adha, seperti puasa Arafah dan penyempurnaan niat berkurban.

Sementara, kegiatan penyembelihan dilakukan terpusat di masjid-masjid binaan LDII, kemudian daging didistribusikan kepada warga sekitar dan yang membutuhkan.

“Kulit dikumpulkan secara kolektif dan dikelola untuk membantu pesantren binaan LDII di Wonogiri,” jelas KH Sunadi Ali Mustofa, salah satu tokoh ulama LDII Wonogiri.

Tak hanya itu, kegiatan kurban ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Salah satunya adalah pengadaan besek bambu sebagai wadah daging kurban. Hal ini bertujuan mendukung ekonomi warga sekitar serta mengurangi penggunaan plastik.

Tren Meningkat Setiap Tahun

Peningkatan jumlah kurban LDII Wonogiri bukan kali ini saja terjadi. Pada 2020 terkumpul sebanyak 306 ekor sapi dan 302 ekor kambing senilai Rp6,9 M, tahun 2021 sebayak 322 ekor sapi dan 303 ekor kambing senilai Rp8,3 M, tahun 2022 sebanyak 360 ekor sapi dan 400 ekor kambing senilai Rp9 M, tahun 2023 sejumlah 464 ekor sapi dan 664 ekor kambing senilai Rp10 M dan tahun 2024 sebanyak 510 ekor sapi dan 660 ekor kambing senilai Rp11,29 M serta tahun 2025 sebanyak 525 ekor sapi dan 895 ekor kambing dan domba senilai Rp12,25 M.

“Kurban bukan soal mampu atau tidak, tapi soal niat, pembiasaan dan semangat berbagi,” tandas H Sutoyo. (Triantotus)

Komentar