Portalika.com [JAKARTA] – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis informasi terkait hilal awal Ramadan 1446 H untuk umat Islam di Indonesia, khususnya warga Nahdliyin.
Data ini menjadi panduan dalam menentukan kapan awal bulan puasa 2025 dimulai. Berdasarkan perhitungan falak resmi, berikut fakta-fakta yang disampaikan LF PBNU.
Tanggal 29 Sya’ban 1446 H dalam kalender hijriyah NU jatuh pada Jumat Legi, 28 Februari 2025. Ijtima’ bulan matahari terjadi pada pukul 07:45:14 WIB. Tinggi hilal mar’ie di Indonesia bervariasi antara +2º 52’ hingga +4º 25’, sementara elongasi hilal haqiqy berada di rentang 4º 54’ hingga 6º 28’. Lama hilal di atas ufuk juga beragam, mulai dari 15 menit 11 detik hingga 22 menit 55 detik.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1 Maret, Idul Fitri 1 Syawal Pada 31 Maret
Menurut LF PBNU, Aceh menjadi wilayah dengan kedudukan hilal yang melebihi kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), masuk zona imkan al rukyah. Sementara itu, wilayah lain di Indonesia masih berada di zona istihalah al rukyah karena di bawah kriteria tersebut. Artinya, penentuan 1 Ramadan 1446 H bergantung pada rukyatul hilal.
“Kami memprediksi 1 Ramadan 1446 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, jika hilal terlihat, atau Ahad, 2 Maret 2025, jika hilal tidak teramati,” ujar Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, dalam keterangan resminya.
Penetapan resmi akan diumumkan melalui Ikhbar Ketua Umum PBNU pada Jumat malam, 28 Februari 2025, sekitar pukul 19:30 WIB, usai sidang isbat pemerintah. Informasi ini penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan ibadah puasa.
LF PBNU mengimbau masyarakat mengikuti pengumuman resmi dan menjaga ukhuwah meski ada potensi perbedaan penetapan awal Ramadan. Sidang isbat dan rukyatul hilal akan menjadi penentu akhir keputusan ini. (*)
Editor: Heris












Komentar