Nyadran Dam Bagong di Trenggalek Wujud Syukur Dan Keselamatan Selama Tahun 2025

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Prosesi nyadran Dam Bagong berlangsung lancar dan khidmat, Jumat, 23 Mei 2025.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Trenggalek berhalangan hadir secara langsung dalam acara Nyadran Dam Bagong.

banner 300x250

“Insya Allah tahun depan beliau bisa hadir kembali dalam acara bersih Dam Bagong ” ucap Sunyoto.

Menurutnya, ritual bersih Dam Bagong bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan selama satu tahun terakhir.

Selain itu, adat ini dilakukan sebagai permohonan agar Trenggalek terhindar dari mara bahaya di masa mendatang.

Tradisi ini juga semakin bermakna di tengah ujian bencana yang tengah melanda sebagian wilayah Trenggalek.

Portalika.com/Rudi Sukamto

“Meskipun hari ini Tuhan memberikan cobaan berupa hujan yang menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor, semangat masyarakat tetap tidak surut. Tradisi ini justru menjadi momentum doa bersama agar Trenggalek dijauhkan dari segala bala,” terang Sunyoto.

Bersih Dam Bagong juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal, tokoh yang dikenal sebagai perintis sistem irigasi Dam Bagong.

Semangat perjuangan dan gotong royong yang diwariskan oleh Menak Sopal diharapkan tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

“Adat ini lahir dari kehendak masyarakat dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Hari ini saya menyaksikan masyarakat semakin mandiri. Tanpa banyak dukungan pemerintah, mereka tetap mampu menjalankan tradisi ini dengan baik. Kuncinya adalah gotong royong,” jelas Sunyoto.

Ia menambahkan, pelestarian adat seperti Nyadran Dam Bagong adalah salah satu bentuk ketahanan budaya masyarakat Trenggalek.

Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur menjadi simbol kekuatan sosial yang tak tergantikan.

“Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi kita semua dalam merawat adat bersih Dam Bagong ini,” tandasnya.(Rudi Sukamto)

Komentar