Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM Tempe melalui Pembuatan dan Pengelolaan Akun Instagram

banner 468x60

Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi melaksanakan program kerja individu berupa optimalisasi pemasaran digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tempe di Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara lebih luas.

banner 300x250

UMKM tempe menjadi salah satu usaha yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan karena tempe merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Namun, dalam proses pemasarannya, masih terdapat pelaku usaha yang mengandalkan pemasaran secara langsung dari mulut ke mulut dan pelanggan di sekitar wilayah tempat usaha. Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran produk masih terbatas.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi berinisiatif membantu pelaku UMKM tempe dalam memanfaatkan media digital, khususnya Instagram.

Program kerja ini berfokus pada pembuatan serta pengelolaan akun Instagram yang dapat digunakan sebagai media untuk memperkenalkan produk tempe kepada masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan diawali dengan melakukan komunikasi dan pendampingan kepada pemilik UMKM untuk mengetahui kondisi usaha, jenis produk yang ditawarkan, serta kebutuhan dalam proses pemasaran. Setelah itu, mahasiswa membantu membuat akun Instagram khusus untuk UMKM sebagai identitas digital usaha.

Selain membuat akun, mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai cara mengelola akun Instagram. Pendampingan tersebut meliputi pengisian informasi pada profil, penggunaan foto produk yang menarik, pembuatan caption sederhana, serta cara mengunggah foto dan video produk.

Pemilik UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi dalam mengelola media sosial agar akun dapat terus aktif dan mudah dikenal oleh calon konsumen.

Dalam kegiatan tersebut, produk tempe juga diperkenalkan melalui konten yang menampilkan bentuk dan kualitas produk. Penggunaan media visual diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah mengenali produk yang ditawarkan. Instagram dipilih karena memiliki fitur yang dapat membantu pelaku usaha menampilkan produk melalui foto, video, Instagram Story, maupun fitur lainnya.

Pemanfaatan Instagram tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah pembeli, tetapi juga membangun identitas usaha di dunia digital.

Dengan adanya akun Instagram, UMKM tempe memiliki media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk, harga, cara pemesanan, serta informasi lainnya kepada calon konsumen.

Program kerja ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM karena memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan media sosial untuk mendukung kegiatan usaha.

Sebelumnya, media sosial belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pemasaran. Melalui pendampingan yang diberikan, pemilik UMKM diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan akun secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.

Optimalisasi pemasaran digital menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk mengikuti perkembangan kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi.

Dengan memanfaatkan media sosial secara tepat, produk lokal seperti tempe dapat memiliki kesempatan untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan sekitar tempat produksi.

Melalui program kerja individu KKN Universitas Slamet Riyadi ini, diharapkan UMKM tempe di Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen dapat semakin berkembang dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran.

Pendampingan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu pelaku usaha lokal agar lebih siap menghadapi perkembangan pemasaran di era digital.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Dengan akun yang dikelola secara aktif, konten yang informatif, serta penyajian produk yang menarik, media sosial dapat menjadi salah satu sarana sederhana bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan memperkenalkan produk unggulan desa kepada masyarakat. (*)

Editor: Suryono

Komentar