Portalika.com [KLATEN] – Sebagai bentuk pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa mempunyai peran penting dalam memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata untuk perubahan dalam kesejahteraan bermasyarkat.
Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pemahaman terkait keseimbangan gizi dalam setiap porsi makan harian.
Maka dari itu, diperlukan penyuluhan terkait pedoman gizi seimbang. Penyuluhan terkait gizi seimbang perlu dilakukan guna masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahun terkait penyusunan menu harian yang sesuai dengan kebutuhan porsi makan harian.
Pedoman yang digunakan dalam pemenuhan gizi seimbang melalui Isi Piringku dan PGS (Pedoman Gizi Seimbang) oleh Kementrian Kesehatan.
Pedoman gizi seimbang adalah pedoman porsi makan yang sesuai kebutuhan gizi harian. Kurangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat terkait ketidakseimbangan gizi perlu dilakukan sosialisai terkait gizi seimbang untuk pertumbuhan anak yang sesuai tanpa adanya ketidakseimbangan gizi.
Salah satu pedoman praktis untuk pemenuhan gizi seimbang melalui porsi makan harian yang sesuai dengan Isi Piringku dan penerapan 4 Pilar Gizi Seimbang. Pada hari Minggu, 3 Agustus 2025 bertempat di Balaidesa Padas dilakukan penyuluhan terkait Gizi Seimbang dengan target sasaran Ibu-Ibu PKK.
Penyuluhan dilakukan bebarengan dengan Sosialisai Pembuatan Sabun Cuci Piring. Pada penyuluhan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu PKK, penyuluhan dilakukan dengan memaparkan terkait faktor yang mempengaruhi ketidakseimbangan gizi, 4 Pilar Gizi Seimbang dan penerapannya, porsi makan harian yang sesuai dengan Isi Piringku, dan perhitungan berat badan normal yang sesuai dengan IMT (Indeks Massa Tubuh).
Penyuluhan berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan terhadap Ibu-Ibu PKK terhadap porsi makan harian guna pemenuhan gizi keluarga setiap harinya.
Selain itu guna penerapan komposisi dalam setiap pembuatan menu makan harian yang sesuai dengan proporsi karbohidrat, lemak, protein, dan serat. Melalui pelaksanaan penyuluhan ini diharapkan masyarakat Dukuh Padas sadar akan pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya secara konsisten, sehingga dapat mengurangi ketidakseimbangan gizi, baik gizi lebih atau gizi kurang. (*)
Penulis: Tiwi Nimashithoh, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Unisri Surakarta
Editor: Suryono












Komentar