Portalika.com [SOLO] – Peminat Unisri Job Expo 2024 di Kampus Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) Kecamatan Banjarsari, Solo yang digelar dua hari Selasa dan Rabu, 11 dan 12 Juni 2024 membeludak. Guna merespons animo masyarakat tersebut Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo, MPd mewacanakan expo digelar dua kali dalam satu tahun.
“Dari data yang ada pendaftar online hampir 2.000 ini menunjukkan antusiasme masyarakat, mereka ada alumni dan masyarakat luas. Program ini digelar tiap tahun, tapi kami mendesak, karena semua terkait dengan faktor-faktor pendukung seperti anggaran dan prasarana lain sehingga kami harapkan dalam satu semester bisa digelar atau satu tahun dua kali,” ujar dia ketika ditemui media di sela-sela pembukaan expo di kampus setempat Selasa 11 Juni 2024.
Menurut dia hal ini sejalan dengan wisuda Unisri yang menggelar wisuda dua kali satu tahun. Selama ini wisuda digelar Bulan April dan Oktober.
Baca juga: Tim PKM Prodi PBI Unisri Sosialisasikan Multiple Intelligence Dan Media Digital Di Sangkrah
Terkait antusiasme masyarakat tersebut dia merasa senang karena peminatnya banyak, dengan demikian, kata dia, hipotesisnya bahwa job fair itu penting digelar ini terbukti. Karena seberapa pun pengaruhnya hal ini dinilai akan bisa mengatasi persoalan pengangguran di Solo Raya.
Kondisi ini dianggap menggembirakan sebab job expo 2024 ini pertama digelar pasca-covid-19 namun perusahaan yang ikut paling banyak. Biasanya perusahaan yang ikut 40 buah, sekarang mencapai 50buah.
“Artinya antusiasme pengusaha dan pencari kerja nyambung,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Job Fair Unisri, Sarafuddin, SPd, MPd mengatakan melalui bursa kerja atau job fair akan banyak diterima. Rekrutmen melalui job fair dinilai lebih efektif karena perusahaan bisa mendapat calon tenaga kerja sesuai yang diharapkan.
“Perusahaan telah mengalokasikan 40 persen sampai 50 persen rekrutmen tenaga kerja melali job fair,” ujar dia seraya menambahan para pencari kerja akan selektif dalam menentukan pilihannya.
Pilihan itu, kata dia, sesuai dengan perusahaan dan bidang ilmu yang dimiliki. Berdasar data jumlah pengunjung terdiri atas lulusan S1 alumni Unisri, lulusan S1 berbagai perguruan tinggi, diploma serta lulusan SMA/SMK.
Dia mengungkapkan dari 50 perusahaan yang mengikuti job fair yang paling diminati pengunjung yakni perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Disusul perbankan, farmasi, finance, garmen, asuransi, otomotifs, manufacture, media, advertising dan retail. “Indikator keseuksesan job fair yakni pihak perusahaan dan pengunjung tidak kecewa,” tegas dia.
13.000 Warga Solo Nganggur
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Widyastuti Pratiwiningsih saat pembukaan Job Expo 2024, Selasa mengapresiasi job fair atau Job Expo 2024 yang digelar civitas akademika Unisri.
Hal ini dianggap sebagai salah satu bantuan atau program yang dilaksanakan untuk perluasan kesempatan kerja.
Dengan demikian, ungkap dia, akan mendorong terkuranginya pengangguran yang saat ini masih banyak di Kota Solo. Tingkat pengangguran terbuka Kota Solo saat ini masih 4,58 persen atau kira-kira setara 13.000 penganggur.
“Mudah-mudahan dengan banyak dibukanya job fair akan mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Ini sesuai kebutuhan dan juga keinginan. Jadi missmet yang sering terjadi tidak akan terjadi lagi. Dan mereka bertemu langsung maupun secara online di pasar kerja yang difasilitasi oleh Unisri,” papar dia.
Widyastuti berharap kegiatan ini bermanfaat untuk pencari kerja dan juga pekerja yang akan mencari kerja bisa memberi manfaat bagi Kota Surakarta.
“Mudah-mudahan kalau tadi disebutkan ada 2.000 formasi dengan 50 perusahaan yang mengikuti job fair ini dan tak lama lagi akan ada job fair dan pemerintah juga akan mengadakan Solo Career Expo Bulan Juli. Mudah-mudahan dengan kegiatan berjenjang para alumni bisa terfasilitasi dengan pelaksanaan job fair atau expo yang digelar di beberapa tempat,” tegas dia. (Iskandar)












Komentar