Pengelola Griya Sabara Studi Tiru ke Pesantren Lansia Permata Sleman

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] — Griya Sabara melakukan studi tiru ke Pesantren Lansia Permata, Sleman, Yogyakarta, Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi tim Griya Sabara untuk belajar sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program lansia yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.30 WIB tersebut diikuti oleh 6 orang dari Yayasan Sakura, 4 orang dari Bekti Sukongasih, serta sekitar 50 peserta dari Pesantren Lansia Permata.

banner 300x250

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan penampilan Hadroh Lansia dan Mars Lansia.

Suasana semakin hangat ketika para peserta mengikuti senam sehat lansia, ramah tamah, serta makan bersama dalam suasana kebersamaan.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN Undip Dorong Diversifikasi Pangan melalui Pelatihan Pengolahan Susu, Dukung Implementasi SDGs 2 dan 3

Pendiri Pesantren Lansia Permata, Tri Kaeksi, menceritakan perjalanan pesantren yang telah berdiri sejak 2015. Berawal dari hanya 10 lansia yang mengisi waktu dengan kegiatan mengaji bersama,

Pesantren Lansia Permata kini berkembang menjadi komunitas dengan sekitar 80 anggota yang berasal dari beberapa kampung, bahkan lintas kecamatan.

Menariknya, aktivitas pesantren tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan. Program juga berkembang mencakup kesehatan melalui posyandu lansia dan senam, kegiatan keterampilan, hingga koperasi lansia.

BACA JUGA  Relawan Respati Keren Yakin Paslon 02 Bisa Bawa Solo Lebih Sehat

Perjalanan tersebut menjadi inspirasi bagi Griya Sabara dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan para senior.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Griya Sabara, Ardyasih menyampaikan kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari proses belajar dan bertukar pengalaman dalam membangun serta mengelola kegiatan lansia yang berkelanjutan.

“Kami hadir untuk belajar dari pengalaman Pesantren Lansia Permata, sekaligus bertukar gagasan agar Griya Sabara ke depan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para senior,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat lansia, ramah tamah, makan siang (bodjana andrawina), serta diskusi bersama kader penggerak lansia.

BACA JUGA  Dishub Jateng dan Kepolisian Turun Atur Lalu Lintas di Titik Banjir, Kemacetan Jalur Demak-Semarang Mulai Terurai

Suasana keakraban terlihat sepanjang kegiatan, menunjukkan bahwa pembelajaran antar komunitas dapat menjadi kekuatan dalam membangun gerakan lansia yang aktif dan berdaya.

Studi tiru ini diharapkan menjadi bekal bagi Griya Sabara untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan yang menyentuh aspek olah rogo, olah roso, dan olah jiwo.

Dengan belajar dari pengalaman komunitas yang telah lebih dahulu berjalan, Griya Sabara berkomitmen menghadirkan ruang bagi para senior untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia di masa tua. (Suwarman/*)

Editor: Suryono

Komentar