Pengelola SPPG Wonogiri Dukung Langkah Gubernur Buat Posko dan WAG

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Wonogiri mendukung Langkah Gubernur Jateng untuk membuat posko dan WhatsApp Grup sebagai transparansi dan pengawasan bersama. Pengelola juga akan tunduk pada standar operasonal prosedur (SOP) kehigienisan makanan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi.

Pernyataan itu disampaikan pengelola SPPG MBG Wuryantoro dan Giritontro, Agus Bering dan Sopar Gopar, pengelola SPPG Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri secara terpisah, Jumat, 10 Oktober 2025. Keduanya menjelaskan stakeholder SPPG se-Jateng telah dikumpulkan di GOR Jatidiri, Semarang beberapa waktu lalu.

banner 300x250

“Kami mendukung penuh langkah Pak Gubernur dan pernyataan dari BGN saat dikumpulkan di GOR Jatidiri, Semarang. Saat itu pengelola SPPG diminta memenuhi syarat termasuk pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi [SLHS] dan kita telah lakukan,” ujar Agus Bering.

Menurutnya Langkah Gubernur Luthfi tepat untuk melindungi anak didik atau penerima MBG. Agus menyatakan pihaknya sudah mengurus SLHS, membuat sanitasi alat limbah dan perlengkapannya, semua komplit,” katanya.

Sekarang ini, dengan gebrakan Gubernur mengumpulkan di GOR Jatidiri, pemerintah daerah difungsikan dalam pengawasan dan pengawalan program. “Dinas Kesehatan kabupaten/kota terlibat untuk memberikan edukasi dan mengawal kelancaran dan keamanan MBG.”

Terpisah, Sopar Gopar mengatakan di Wonogiri telah dibentuk Paguyuban Pengelola dapur SPPG Wonogiri dan grup WhatsApp. “Di Wonogiri selain telah dibentuk paguyuban juga satgas pangan dan MBG. Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, TNI Polri dan sebagainya masuk dalam tim pengawasa dan monitoring. Saya sangat sepakat pembentukan posko dan WAG tersebut,” ujar Gopar.

Lebih lanjut Gopar yang juga Sekretaris Paguyuban Dapur SPPG Wonogiri, mengatakan keterlibatan walimurid dalam grup menjadi penting agar terjadi request sehingga menu MBG sesuai dengan anak-anak.

Gopar menyatakan di Wonogiri terdapat 51 titik namun baru beroperasi 31 titik karena kondisi geografis Wonogiri. “Nanti ada dapur-dapur SPPG MBG yang melayani sasaran tidak sama karena letak geografisnya tidak memungkinkan. Namun keinginan Pak Gubernur Jateng agar SLHS dipenuhi itu penting untuk menjaga higienitas bahan baku makanan. Antisipasi kejadian keracunan MBG menjadi pemikiran Pak Gubernur yang patut dilaksanakan ahli gizi dan pengelola SPPG,” tandasnya. (Triantotus)

Komentar